Festival Kuliner Banua Perkuat Wakaf Digital dan Ekonomi Syariah
Festival Kuliner Banua x QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan mengangkat kolaborasi untuk memperkuat wakaf digital dan ekonomi syariah di Kalsel. Kegiatan ini digelar pada 2026 dan memadukan promosi kuliner lokal, transaksi digital berbasis QRIS, serta program wakaf yang dijalankan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Selatan.
Festival, UMKM, dan transaksi digital
Festival bertema “Rasa Banua, Kebanggaan Kita Semua” memberi ruang bagi pelaku UMKM kuliner lokal memperluas pasar melalui pembayaran digital. Pengunjung didorong melakukan transaksi dengan QRIS sehingga adopsi pembayaran elektronik semakin meluas di acara berskala regional ini.
Dengan kemasan acara yang menarik, penyelenggara menargetkan peningkatan literasi digital dan kebiasaan bertransaksi non-tunai di kalangan pelaku usaha dan konsumen lokal.
Wakaf digital: edukasi dan insentif
Festival juga menjadi sarana edukasi tentang wakaf digital. Baznas hadir untuk menjelaskan mekanisme wakaf berbasis platform digital dan menawarkan akses yang lebih mudah bagi masyarakat yang ingin berwakaf.
"Edukasi digital dikemas secara sederhana agar masyarakat memahami bahwa berwakaf kini semakin mudah melalui layanan digital. Dengan cara ini, kesadaran masyarakat untuk berwakaf terus seiring meningkatnya transformasi digital."
Untuk mendorong partisipasi, panitia memberikan kupon durian sebagai apresiasi bagi pengunjung yang menyalurkan wakaf digital selama festival berlangsung. Strategi ini diharapkan meningkatkan minat dan pengalaman langsung masyarakat terhadap proses wakaf digital.
Penyaluran dana wakaf
Hasil wakaf yang dihimpun akan disalurkan ke program-program produktif agar memberi manfaat luas bagi komunitas. Beberapa program penerima dana disebutkan sebagai contoh pemanfaatan wakaf tersebut.
- Pendukung rumah potong unggas yang dikelola organisasi Muhammadiyah untuk produksi daging olahan di Pondok Pesantren Ushuluddin Martapura.
- Pembentukan dana abadi pendidikan untuk yayasan Ukhwah Banjarmasin.
"Dana wakaf yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada sejumlah program produktif yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat," ujar Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel.
Dampak dan prospek
Sinergi BI dan Baznas pada acara ini bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kalsel. Selain meningkatkan literasi syariah dan digital, kolaborasi diharapkan mempercepat adopsi transaksi QRIS di kalangan UMKM kuliner.
Ke depan, pendekatan serupa diharapkan dapat direplikasi pada kegiatan serupa untuk memperluas jangkauan manfaat ekonomi syariah dan memberikan alternatif pendanaan produktif melalui wakaf digital.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...