DPRD Jember Minta Tindak Lanjut untuk Tata Kelola Pengadaan
JEMBER — Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta Pemerintah Kabupaten Jember segera menindaklanjuti rekomendasi hasil Monitoring Centre for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Permintaan itu disampaikan agar tata kelola pengadaan barang dan jasa diperkuat dan potensi penyimpangan di lingkungan OPD dapat dicegah.
Rekomendasi MCP harus ditindaklanjuti
Candra menilai hasil evaluasi MCP yang dipaparkan KPK pada Juni lalu perlu mendapat perhatian serius dari seluruh unit kerja, khususnya yang menangani pengadaan barang dan jasa. Ia menekankan rekomendasi bukan sekadar administrasi, melainkan pijakan perbaikan sistem pengadaan.
"UKPBJ harus meneliti secara cermat calon penyedia jasa. Jangan sampai praktik seperti itu justru menimbulkan persoalan dan berdampak pada citra Pemerintah Kabupaten Jember maupun bupati."
Pernyataan itu disampaikan Candra pada Kamis (23/7/2026) ketika mengingatkan pentingnya mekanisme verifikasi yang lebih ketat.
Temuan praktik penyedia jasa dan fokus sektor MICE
Candra mengaku menerima informasi berkaitan dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh pelaku usaha sama, namun menggunakan nama perusahaan berbeda dalam proses pengadaan. Kondisi ini mendorong permintaan agar Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) melakukan pemeriksaan latar belakang dan verifikasi dokumen lebih teliti.
Perhatian khusus diarahkan pada pengadaan di sektor MICE serta jasa event organizer yang masuk klasifikasi KBLI 82301 dan 82302. Menurutnya, sektor ini rawan praktik pengalihan identitas penyedia jika verifikasi lemah.
Fungsi pengawasan DPRD dan evaluasi proyek sebelumnya
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Candra meminta agar proyek-proyek yang pernah jadi sorotan publik dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat pencegahan korupsi. Ia menyebut contoh-contoh yang perlu dikaji ulang untuk perbaikan prosedur pengadaan.
- Pengadaan Gerobak Cinta di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
- Pekerjaan paving di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya
Evaluasi tersebut dimaksudkan untuk menemukan kelemahan prosedural dan memastikan akuntabilitas pada tahapan perencanaan, evaluasi penawaran, dan pelaksanaan kontrak.
Dampak pada program prioritas daerah
Candra mengingatkan bahwa perbaikan tata kelola pengadaan penting agar program-program prioritas pemerintah daerah tidak terganggu oleh persoalan hukum atau sorotan publik. Ia mencontohkan program Mini Bunga Desa yang sedang berjalan dan harus terlindungi dari potensi hambatan administratif.
Penegasan DPRD itu ditujukan agar Pemerintah Kabupaten Jember dan seluruh OPD bergerak cepat memperbaiki substansi tata kelola, bukan hanya memenuhi kewajiban administratif semata.
Perbaikan sistem pengadaan, menurut Candra, harus mencakup langkah-langkah verifikasi lebih ketat, transparansi proses, dan tindak lanjut rekomendasi MCP KPK supaya pengadaan berjalan akuntabel dan berintegritas.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ketua DPRD Minta Pemkot Malang Perketat Pengawasan Perusahaan soal BPJS
Ketua DPRD Malang minta Pemkot perketat pengawasan perusahaan soal kepesertaan BPJS setelah ada peserta nona...
Khitan Gratis di Magetan, PDI Perjuangan Gelar Layanan Rutin
DPC PDI Perjuangan, komunitas, dan Muhammadiyah Ngariboyo menggelar khitan gratis rutin setiap Jumat untuk m...
Soekarno Run Banyuwangi: Pelari Tampil dengan Kostum Beragam
Soekarno Run Banyuwangi 20 Sept 2026 menampilkan pelari dengan kostum adat, tokoh pewayangan, dan kreasi mod...
Anak Usia Dini Ikut Soekarno Run BWX 2026, Peserta Termuda 4 Tahun
Anak-anak ikut Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi; peserta termuda 4 tahun dan kategori 1K jadi ruang penge...
Eri Cahyadi Tekankan Semangat Berdiri di Kaki Sendiri di Soekarno Run
Eri Cahyadi mengajak peserta Soekarno Run BWX 2026 menjadikan olahraga sebagai sarana membangun kemandirian,...
Romy Ajak Gen Z Kuasai Pengawasan Pemilu Jelang 2029
Romy Soekarno dorong Gen Z pahami pengawasan partisipatif jelang Pemilu 2029, waspadai hoaks, AI, dan politi...