Puan: Pemenuhan Hak Anak Jadi Indikator Keberhasilan Pembangunan
JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah menjadikan pemenuhan hak anak sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan nasional. Pernyataan itu disampaikan saat memperingati Hari Anak Nasional, Kamis, 23 Juli 2026, di Jakarta. Ia menegaskan setiap kebijakan di pusat maupun daerah harus berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Pengukuran keberhasilan pembangunan
Puan menilai ukuran keberhasilan pembangunan tidak cukup berdasarkan pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur. Menurutnya, negara harus mampu menjamin hak anak atas pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan lingkungan yang aman.
"Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, atau meningkatnya investasi, tetapi juga dari semakin sedikitnya anak yang putus sekolah, menurunnya angka stunting dan kekerasan terhadap anak,"
Ia menambahkan bahwa indikator juga harus mencakup akses layanan dasar, ruang bermain yang layak, dan perlindungan anak di dunia digital.
Kesenjangan kesempatan dan perlindungan
Puan meminta pemerintah memastikan tidak ada kesenjangan kesempatan bagi anak antara perkotaan dan pedesaan, atau antara wilayah barat dan timur Indonesia. Ia juga menekankan perlindungan bagi anak dari keluarga prasejahtera.
"Pemerintah tidak boleh membiarkan adanya kesenjangan kesempatan antara anak-anak di perkotaan dan pedesaan, antara wilayah barat dan timur Indonesia, maupun antara anak yang lahir dari keluarga mampu dan keluarga yang hidup dalam keterbatasan,"
Upaya penguatan layanan publik dan pengurangan kesenjangan menjadi prioritas agar kebijakan pembangunan benar-benar dirasakan semua anak.
Ancaman yang dihadapi anak Indonesia
Puan mengingatkan masih banyak tantangan yang mengancam hak dan perkembangan anak. Ia menyebut beberapa masalah yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah dan lembaga pendidikan.
- Stunting dan masalah gizi
- Anak putus sekolah
- Kekerasan terhadap anak dan eksploitasi
- Perkawinan usia dini
- Perundungan (bullying), termasuk di ruang digital
Sebagai langkah konkret, Puan meminta pemerintah bersama satuan pendidikan menyusun strategi lebih efektif untuk menekan kasus perundungan di sekolah dan dunia maya.
"Anak-anak Indonesia harus terbebas dari praktik perundungan. Baik perundungan verbal, psikologis, maupun perundungan di ruang digital yang semakin banyak ditemukan,"
Peran DPR dan langkah ke depan
Puan memastikan DPR RI akan terus menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan untuk memastikan kebijakan di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan perlindungan anak berjalan efektif.
"Negara harus hadir bukan hanya ketika anak menghadapi persoalan, tetapi sejak awal melalui kebijakan yang memperkuat keluarga, menjamin layanan dasar yang berkualitas, dan menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak,"
Ia juga menekankan bahwa target Indonesia Emas 2045 hanya dapat tercapai jika setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar dan mengoptimalkan potensinya. Puan mendorong penyusunan kebijakan yang konkret dan terukur agar janji perlindungan anak dapat diwujudkan di seluruh wilayah Indonesia.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Bupati Kediri Ajak Anak Muda Masuk Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Gotong Royong
Bupati Kediri gandeng Dekopinda untuk tarik generasi muda ke koperasi lewat program dan pelatihan, demi perk...
DPRD Surabaya: Banpol Perkuat Pendidikan Politik dan Akuntabilitas
Ketua DPRD Surabaya: banpol harus dimanfaatkan akuntabel untuk pembinaan kader, literasi politik, dan pengua...
DPRD Dukung Perampingan OPD Magetan, Minta Kajian Mendalam
DPRD Magetan mendukung rencana perampingan OPD dengan catatan ada kajian teknis dan penghitungan tupoksi aga...
DPRD Jatim: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Perlindungan Anak
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim minta HAN 2026 jadi evaluasi kebijakan perlindungan anak menyusul tin...
Gresik Resmikan Sentra IKM Logam di Menganti, Fasilitas Magang SMK
Pemkab Gresik meresmikan Sentra IKM Logam di Desa Hulaan, Menganti, sebagai pusat produksi bersama dan lokas...
Bupati Bangkalan Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Katol Barat
Bupati Bangkalan meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Katol Barat (22/7/2026); target rampung 2027 de...