Banyuwangi: 1.000+ Orang Bersihkan Pantai dalam Gerakan ASRI
BANYUWANGI — Lebih dari seribu orang bergerak membersihkan pantai di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Pantai Ancol Plengsengan, Kelurahan Lateng, Selasa (21/6/2026) pagi. Aksi ini bagian dari Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan Presiden Prabowo dan diadopsi di daerah sebagai Banyuwangi Asri.
Aksi bersih-bersih massal
Sejak pagi hari, peserta menyebar ke berbagai area pantai untuk mengumpulkan sampah dan membersihkan lingkungan pesisir. Kegiatan berlangsung serentak dan dirancang sebagai aksi rutin yang berkelanjutan di sejumlah titik di kabupaten.
Menurut panitia setempat, aksi ini menargetkan peningkatan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kebersihan pesisir dan mencegah penumpukan sampah laut yang merusak ekosistem dan potensi pariwisata.
Implementasi Banyuwangi Asri
Di Banyuwangi, program nasional itu diadaptasi menjadi gerakan lokal dengan nama Banyuwangi Asri. Pelaksanaan mencakup kegiatan gotong royong di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
"Rutin kita lakukan, bahkan tiap kecamatan, kelurahan/desa lakukan bersih-bersih lingkungannya," ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
Upaya lain dan pengelolaan sampah
Selain pembersihan fisik, Banyuwangi mengimplementasikan langkah lain untuk mendukung program ASRI. Salah satu fokus adalah penataan sistem pengelolaan sampah melalui fasilitas pemrosesan lokal.
"Misalnya dengan memunculkan kesadaran masyarakat untuk menjaga Banyuwangi agar selalu dalam kondisi aman, sehat, resik, dan indah," jelas Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD ini.
Kabupaten juga telah membangun dan mengoperasikan beberapa TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle). Keberadaan TPS3R dinilai berdampak signifikan terhadap pengelolaan sampah, baik dari sisi pengurangan volume maupun peningkatan pemanfaatan kembali material.
Prospek dan harapan
Pihak pemerintah daerah menegaskan program ini akan dilanjutkan secara rutin. Harapannya, kegiatan kolektif seperti ini tidak hanya membersihkan kawasan wisata pantai, tetapi juga membentuk budaya peduli lingkungan di kalangan warga.
Keberlanjutan aksi bersih-bersih dan perluasan fasilitas pengolahan sampah menjadi kunci agar pantai tetap terjaga dan manfaat program dirasakan jangka panjang.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ketua DPRD Minta Pemkot Malang Perketat Pengawasan Perusahaan soal BPJS
Ketua DPRD Malang minta Pemkot perketat pengawasan perusahaan soal kepesertaan BPJS setelah ada peserta nona...
Khitan Gratis di Magetan, PDI Perjuangan Gelar Layanan Rutin
DPC PDI Perjuangan, komunitas, dan Muhammadiyah Ngariboyo menggelar khitan gratis rutin setiap Jumat untuk m...
Soekarno Run Banyuwangi: Pelari Tampil dengan Kostum Beragam
Soekarno Run Banyuwangi 20 Sept 2026 menampilkan pelari dengan kostum adat, tokoh pewayangan, dan kreasi mod...
Anak Usia Dini Ikut Soekarno Run BWX 2026, Peserta Termuda 4 Tahun
Anak-anak ikut Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi; peserta termuda 4 tahun dan kategori 1K jadi ruang penge...
Eri Cahyadi Tekankan Semangat Berdiri di Kaki Sendiri di Soekarno Run
Eri Cahyadi mengajak peserta Soekarno Run BWX 2026 menjadikan olahraga sebagai sarana membangun kemandirian,...
Romy Ajak Gen Z Kuasai Pengawasan Pemilu Jelang 2029
Romy Soekarno dorong Gen Z pahami pengawasan partisipatif jelang Pemilu 2029, waspadai hoaks, AI, dan politi...