Tari Ajem Sap Sap Memukau di Pelantikan PAC Situbondo
Situbondo — Penampilan Tari Ajem Sap Sap dari Sanggar Tari Sekar Arum memukau hadirin saat pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Situbondo. Acara berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026, di Gedung Serbaguna Pantai Pasir Putih.
Penampilan pembuka yang menarik perhatian
Tarian ini menjadi pembuka resmi pelantikan dan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya pesisir kepada peserta. Gerakan enerjik dan dinamis para penari sukses menarik perhatian audiens yang hadir di lokasi. Pertunjukan juga memberi nuansa lokal pada acara politik yang digelar di tepi pantai.
Asal-usul dan inspirasi tarian
Salah satu penari dari Sanggar Tari Sekar Arum, Nadia, menjelaskan bahwa gerak dan cerita tari terinspirasi dari tradisi setempat di Pantai Pasir Putih, Kecamatan Bungatan. Tradisi itu dikenal dengan lomba ayam Sap Sap, sebuah lomba balap terbang ayam yang dilepas di tengah laut.
"Tari ini terinspirasi dari lomba tradisional ayam Sap Sap, yakni lomba balap terbang ayam yang dilepas di tengah laut. Ayam yang lebih dulu mencapai daratan menjadi pemenangnya."
Menurut Nadia, ritual lomba memiliki keunikan karena yang dilombakan biasanya adalah ayam betina. Praktik ini berlangsung turun-temurun sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir.
"Tradisi ini sudah sejak dahulu dilakukan oleh masyarakat pesisir Pantai Pasir Putih Kecamatan Bungatan Situbondo."
Makna dan upaya pelestarian
Melalui pertunjukan, sanggar berupaya mengangkat nilai-nilai lokal agar dikenal generasi muda. Penampilan tari berfungsi ganda: sebagai hiburan dalam acara pemerintahan partai dan sebagai wujud pelestarian budaya daerah di tengah arus modernisasi.
Selain menampilkan koreografi yang rapi, pertunjukan juga menekankan aspek cerita tradisi sehingga penonton mendapat konteks budaya di balik gerakan. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pengetahuan lokal.
Implikasi budaya dan sosial
Penampilan Tari Ajem Sap Sap di acara politik menunjukkan bahwa seni tradisional masih relevan dalam berbagai agenda publik. Ketertarikan penonton membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara komunitas seni dan kegiatan pemerintahan atau organisasi sosial.
Untuk informasi kegiatan budaya dan pelantikan terkait, tersedia materi tambahan melalui tautan resmi berikut: GOOGLE NEWS.
Penampilan ini mengingatkan bahwa upaya melestarikan tradisi lokal dapat dilakukan melalui panggung publik, sehingga cerita dan praktik budaya pesisir seperti ayam Sap Sap tetap hidup dan dikenali lebih luas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Komisi B Minta Pelibatan UMKM dalam Revitalisasi GOR Ganesha
Ketua Komisi B DPRD Batu minta pelibatan UMKM dan prioritas pedagang lama dalam revitalisasi GOR Ganesha aga...
Pelari Kenya Terdampar di Jember, Warga Galang Bantuan ke Jakarta
Pelari Kenya terdampar di Jember setelah aturan hadiah lomba hanya berlaku bagi warga Indonesia; warga dan r...
DPRD Dorong Pintu Air di Muara Kali Jagir untuk Atasi Banjir
DPRD Surabaya mendorong percepat pembangunan pintu air di muara Kali Jagir untuk mengatasi banjir rob, sambi...
DPRD Desak Percepat Pintu Air di Muara Kali Jagir untuk Atasi Banjir
DPRD Surabaya mendorong percepat pembangunan pintu air di muara Kali Jagir untuk atasi banjir rob; normalisa...
Puan: Maraknya Hoaks ke DPR Perlu Tingkatkan Literasi Media
Puan Maharani minta literasi media dan strategi komunikasi diperkuat untuk menangkal hoaks yang menyasar DPR...
Surabaya Dorong Rekrutmen Proaktif untuk Pimpinan Perumda dan PD
Komisi B DPRD Surabaya minta Pemkot proaktif mencari figur profesional untuk mengisi pimpinan Perumda dan PD...