Pemkab Sumenep Ajak PCNU Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep mendorong pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat memperkuat sinergi dalam pembangunan daerah, khususnya pada pendidikan keagamaan, ekonomi umat, dan pembinaan generasi muda. Pernyataan itu disampaikan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo pada pelantikan pengurus PCNU Kabupaten Sumenep di Pondok Pesantren Al-Karimiyah Braji, Sabtu, 16 Mei 2026.
Agenda dan fokus program PCNU
Pemkab meminta kepengurusan PCNU yang baru menghadirkan program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Beberapa sektor prioritas disebutkan sebagai fokus bersama pemerintah.
- Pendidikan keagamaan untuk memperkuat wawasan keislaman dan moderasi beragama.
- Penguatan ekonomi umat melalui pemberdayaan usaha kecil dan koperasi pesantren.
- Penanggulangan kemiskinan dengan program berbasis komunitas dan desa.
- Pembinaan generasi muda untuk membentuk karakter dan kapasitas kepemimpinan.
Peran strategis organisasi sosial keagamaan
Bupati Fauzi menilai NU memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Menurutnya, keberadaan jaringan NU hingga tingkat desa menjadi aset strategis bagi pelaksanaan program pembangunan.
"PCNU bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam menjaga harmoni sosial dan membangun karakter masyarakat yang religius," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan pembangunan daerah tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri tanpa dukungan organisasi yang memiliki basis masyarakat kuat. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kata kunci untuk efektivitas kebijakan.
Harapan terhadap kepengurusan baru
Fauzi berharap pengurus PCNU yang baru dilantik menjalankan amanah organisasi dengan tanggung jawab dan tetap memelihara tradisi ahlussunnah wal jamaah dalam dinamika zaman. Ia juga meminta PCNU proaktif menawarkan solusi konkret bagi masalah sosial-ekonomi di tingkat lokal.
"Kami ingin berjalan beriringan dengan PCNU untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," kata Fauzi.
Langkah ke depan
Kolaborasi antar-pihak akan difokuskan pada penyusunan program bersama dan pemetaan desa prioritas. Pemerintah daerah berjanji membuka ruang koordinasi agar sinergi tercapai dan program berdampak luas di masyarakat.
Pengelolaan program yang transparan dan akuntabel diharapkan mempercepat penurunan kemiskinan serta memperkuat nilai kebangsaan dan keagamaan di Kabupaten Sumenep.
Berita Terkait
Liga Kampung Bung Karno di Bondowoso Cari Bibit Sepak Bola
Liga Kampung Bung Karno di Bondowoso dimulai 6 Juni 2026, diikuti 16 klub lokal untuk pembinaan dan pencaria...
Selendang Semanggi Buka Stan Permanen di Jalan Tunjungan
Selendang Semanggi buka stan permanen di Jalan Tunjungan pada 8 Juni 2026 untuk memperkuat UMKM dan melestar...
DPC PDI Perjuangan Madiun Ziarah TMP Peringati Bulan Bung Karno
DPC PDI Perjuangan Kota Madiun menggelar ziarah dan tabur bunga di TMP Kota Madiun pada 8 Juni 2026 dalam ra...
Sonny Ajak Warga Situbondo Jadikan Ikan Menu Utama Cegah Stunting
Sonny T. Danaparamita ajak warga Situbondo jadikan ikan menu utama untuk tingkatkan protein dan cegah stunti...
DPRD Jatim Tinjau Tambang Magetan, Mata Air Terancam
DPRD Jatim meninjau tambang di Sayutan, Magetan; ditemukan mata air, rembesan, dan potensi dampak pada permu...
Novita Hardini: Mitigasi Mendesak untuk Jaga Daya Saing Manufaktur
Novita Hardini minta langkah mitigasi konkret agar manufaktur tak tertekan oleh kenaikan biaya energi, logis...