Dinas Pariwisata Aceh Selatan Benahi Tapak Tuan Tapa
Aceh Selatan — Dinas Pariwisata Aceh Selatan melakukan peninjauan dan perencanaan pembenahan terhadap destinasi wisata Tapak Tuan Tapa di Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, pada Senin (10/8). Kunjungan ini bertujuan menilai kondisi fasilitas umum, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan pengelolaan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Peninjauan lapangan dan temuan
Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan, Munharsam, SE., M.Si, turun langsung meninjau kawasan bersama Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Wisata, Syairul Basni, SKM. Tim mengecek fasilitas yang ada dan mengidentifikasi infrastruktur yang perlu diperbaiki. Hasil pengamatan akan menjadi dasar prioritas pembenahan fisik dan pelayanan.
Dialog dengan pengelola dan pelaku UMKM
Selain inspeksi, rombongan berdiskusi intensif dengan pengelola lokal dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pertemuan dimaksudkan untuk mendengar persoalan lapangan, kendala operasional, dan harapan masyarakat. Masukan ini akan menjadi bahan dalam merancang intervensi yang sesuai kebutuhan riil.
Fokus pengembangan: fasilitas, edukasi, dan budaya
Dinas menyatakan pengembangan destinasi tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Ketersediaan fasilitas, kenyamanan pengunjung, pengelolaan kawasan, serta keterlibatan masyarakat menjadi fokus utama. Pemerintah mendorong Tapak Tuan Tapa dikembangkan juga sebagai destinasi berbasis edukasi yang memperkenalkan nilai sejarah dan budaya setempat kepada pengunjung.
Pemberdayaan ekonomi lokal
Salah satu tujuan pengembangan adalah menumbuhkan aktivitas ekonomi lokal. Dinas berharap pembenahan fasilitas dan penguatan pengelolaan akan membuka ruang bagi UMKM untuk berkembang. Dengan demikian, destinasi tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kawasan Tapaktuan.
Kolaborasi sebagai kunci keberlanjutan
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Syairul Basni, menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola, masyarakat, dan pelaku usaha dinilai krusial agar pengembangan berjalan berkelanjutan. Pendekatan ini juga dimaksudkan agar rencana di atas kertas dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan di lapangan.
Langkah selanjutnya
Temuan dari peninjauan akan ditindaklanjuti dengan penyusunan prioritas perbaikan fasilitas dan program pemberdayaan UMKM. Pemerintah daerah akan mengutamakan solusi yang responsif terhadap masukan lokal untuk memastikan Tapak Tuan Tapa berkembang menjadi destinasi unggulan sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...