Tangsel Pertahankan Nol Kematian DBD lewat G1R1J
Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan berhasil mempertahankan nol kematian akibat DBD sejak 2023 melalui pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan teknologi, dan pengawasan terpadu. Keberhasilan itu disampaikan Kepala Dinkes Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2026.
Strategi utama: G1R1J dan sertifikasi bebas jentik
Salah satu pilar pengendalian dengue adalah Gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (G1R1J). Program ini diperluas hingga tingkat RT, RW, dan kecamatan untuk memperkuat pemantauan jentik nyamuk secara berkelanjutan.
Ketiga kebijakan ini menjadi landasan berbagai strategi pengendalian dengue. Salah satunya G1R1J yang berkembang menjadi RT Bebas Jentik, RW Bebas Jentik, hingga tingkat kecamatan dengan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan.
— Allin Hendalin Mahdaniar, Kepala Dinkes Tangsel
Roadmap 2024–2030 dan target sertifikasi
Dalam rangka ASEAN Dengue Day 2026, Dinkes Tangsel menyusun peta jalan pengendalian dengue periode 2024–2030. Roadmap ini bertujuan mewujudkan Tangerang Selatan bebas jentik dan bebas DBD melalui target terukur tiap tahun.
Dinkes menetapkan target awal: 60 persen RW tersertifikasi bebas jentik pada tahun ini. Target itu dijadikan tolok ukur untuk memperkuat upaya pencegahan dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Kami menargetkan 60 persen RW di Tangerang Selatan tersertifikasi bebas jentik pada tahun ini. Target tersebut menjadi bagian upaya berkelanjutan memperkuat pengendalian dengue dan menciptakan lingkungan sehat masyarakat.
— Allin Hendalin Mahdaniar
Pemantauan triwulanan dan dukungan anggaran
Untuk menjaga konsistensi pelaksanaan G1R1J, Dinkes melakukan silent survey triwulanan bersama akademisi. Survei ini memantau pelaksanaan lapangan tanpa mengganggu kegiatan komunitas setempat.
Masyarakat juga terus didorong menerapkan PSN 3M Plus sebagai langkah pencegahan perkembangbiakan nyamuk penyebab dengue. Selain upaya teknis, dukungan anggaran difasilitasi melalui forum musyawarah mulai tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota.
Komitmen pengendalian dengue tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Dukungan anggaran juga dilakukan melalui forum musyawarah mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota.
— Allin Hendalin Mahdaniar
Langkah-langkah tersebut menegaskan pendekatan multisektoral dan berbasis komunitas untuk mempertahankan capaian nol kematian DBD. Ke depan, fokus Dinkes Tangsel adalah memperluas sertifikasi bebas jentik, meningkatkan partisipasi warga, dan memastikan pemantauan berkelanjutan sesuai roadmap 2024–2030.
Berita Terkait
Raditya Dika Jadi Brand Ambassador You & Milk
You & Milk resmi menunjuk Raditya Dika sebagai Brand Ambassador untuk mengedukasi keluarga muda soal gaya hi...
Pemkab Tangerang Kurangi Takaran Obat Antisipasi Kenaikan Harga
Pemkab Tangerang kurangi takaran obat dan siapkan stok cadangan menyusul prediksi kenaikan harga obat 15–20%...
Ketua IDAI: Pertolongan Pertama untuk Anak Tersengat Listrik
Ketua IDAI ingatkan tata laksana pertolongan pertama anak tersengat listrik: periksa airway, breathing, circ...
IDAI: Risiko Gadget Ganggu Tumbuh Kembang Anak
IDAI peringatkan paparan gadget sejak dini dapat picu gangguan perkembangan dan meningkatnya penyakit tidak...
Kasus Hipertensi dan Diabetes di Kabupaten Tangerang Melonjak
Kasus hipertensi dan diabetes di Kabupaten Tangerang meningkat; Dinkes catat ratusan ribu pasien 2025 dan an...
Ketua IDAI: Cakupan Imunisasi Rendah Picu Kembalinya Penyakit Anak
Ketua IDAI Piprim Basarah sebut cakupan imunisasi anak masih rendah, memicu kembalinya penyakit yang bisa di...