DPR Dukung Tambahan Anggaran Kemenperin Rp1,59 Triliun
Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty mendukung usulan tambahan anggaran Kementerian Perindustrian tahun 2027 sebesar Rp1,59 triliun. Usulan itu dibahas dalam Rapat Kerja dengan Menteri Perindustrian di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026. Dukungan diberikan karena anggaran ditujukan untuk memperkuat industri kecil dan menengah, pembangunan SDM industri, serta penguatan standardisasi di berbagai sektor.
Alasan dukungan DPR
Evita menyebut penguatan IKM sebagai prioritas yang memiliki peranan strategis dalam rantai nilai industri nasional. Ia menekankan kebutuhan pembangunan SDM industri setelah kunjungan kerja ke politeknik dan perusahaan.
‘Oleh karena itu, saya rasa tambahan anggaran ini harus kita perjuangkan bersama, Pak Menteri. Karena kemarin juga saya sebutkan bahwa sektor penguatan IKM ini memiliki peranan yang sangat penting,’ ujar Evita.
Usulan Kemenperin dan fokus program
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengusulkan tambahan anggaran Rp1,59 triliun untuk penguatan pelaksanaan program prioritas pada 2027. Menurut Agus, tujuan utama adalah peningkatan produktivitas, daya saing, dan percepatan hilirisasi industri.
‘Dan oleh sebab itu, kami di Kemenperin mengusulkan kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun. Sekali lagi untuk peningkatan produktivitas, daya saing, dan percepatan program hilirisasi industri,’ ujar Agus.
Rincian alokasi program
Agus memaparkan sejumlah program yang diusulkan mendapat tambahan anggaran. Berikut ringkasan nilai alokasi yang disampaikan Kemenperin untuk tahun anggaran 2027.
| Program | Alokasi (Rp) |
|---|---|
| Restrukturisasi mesin dan peralatan industri | 202.000.000.000 |
| Pengadaan alat uji pendukung penerapan SNI dan hilirisasi | 162.550.000.000 |
| Fasilitasi pengembangan produk, standar, dan akses pasar bagi IKM | 136.620.000.000 |
| Program restart industri kecil pascabencana | 120.510.000.000 |
| Penumbuhan wirausaha baru IKM | 78.000.000.000 |
Dampak dan kebutuhan SDM
Evita mengingatkan bahwa modernisasi industri dan perkembangan teknologi akan meningkatkan kebutuhan tenaga kerja terampil. Ia menyatakan perlunya memperbesar investasi pada pelatihan dan pendidikan vokasi agar kebutuhan SDM terpenuhi seiring transformasi industri.
Agus juga menekankan bahwa alokasi ini akan memperkuat basis industri nasional dan mendorong percepatan hilirisasi. Kemenperin berharap dukungan DPR dapat mempercepat proses pengesahan anggaran agar program bisa berjalan pada tahun anggaran 2027.
Prospek ke depan
Dengan dukungan Komisi VII, proses pembahasan anggaran Kemenperin akan berlanjut dalam tahapan legislasi berikutnya. Jika disetujui, tambahan anggaran diperkirakan mempercepat renovasi mesin, penerapan standar nasional, dan pemulihan IKM pascabencana, sekaligus memperkuat keterampilan tenaga kerja industri nasional.
Berita Terkait
DEN: Fundamental Ekonomi Indonesia Berbeda dari Krisis 1998
DEN menyatakan fundamental ekonomi Indonesia pada 9 Juni 2026 lebih kuat dibanding krisis 1998, dengan pertu...
Kemendag Terbitkan 3 Permendag untuk Atur Ekspor SDA Strategis
Kemendag keluarkan tiga Permendag (15, 16, 17/2026) untuk atur ekspor batu bara, sawit, dan paduan besi, per...
IHSG Berpeluang Lanjut ke Level 5.800–6.000 Usai Lonjakan
IHSG berpeluang lanjut ke 5.800–6.000 setelah lonjakan ke 5.746,65, meski asing masih melakukan net sell Rp2...
Kemenperin Pacu Vokasi Industri untuk Siap Kerja
Kemenperin memperkuat vokasi industri lewat sistem link and match; 5.472 lulusan 2025 dan 82,8 ribu pendafta...
IHSG Menguat 2,34% di Sesi I, Sentuh Level 5.881,23
IHSG menguat 2,34% pada sesi I (10 Juni 2026) ke level 5.881,23 didorong sentimen global, kebijakan BI, dan...
Harga Pertamax dan Pertamax Green Naik, Pertamina Pastikan Stok Aman
Pertamina menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026 namun menjamin pasokan BBM tetap aman...