Nasional

Kapan Malam Takbiran Iduladha 2026? Waktu Mutlak dan Muqayyad

Bagikan:
Warga mengumandangkan takbir pada malam Iduladha 2026

Malam takbiran Iduladha 2026 terbagi menjadi dua jenis: takbiran mutlak dan takbiran muqayyad. Keduanya memiliki waktu pelaksanaan berbeda berdasarkan ketentuan kalender Hijriah. Pemerintah melalui penetapan resmi menetapkan tanggal-tanggal kunci yang menentukan periode kedua jenis takbiran ini.

Perbedaan takbiran mutlak dan muqayyad

Takbiran mutlak adalah takbir yang tidak terikat waktu tertentu. Artinya, takbir dapat dikumandangkan kapan saja selama rentang waktu yang disyariatkan. Sebaliknya, takbiran muqayyad terikat waktu, yakni dilakukan khusus setelah pelaksanaan salat fardu.

Jadwal resmi untuk Iduladha 2026

Berdasarkan penetapan resmi Kementerian Agama RI, penanggalan Hijriah untuk Zulhijah 1447 H jatuh pada Mei 2026. Berikut rangkuman tanggal penting yang menentukan periode takbiran:

  • 1 Zulhijah 1447 H = Senin, 18 Mei 2026
  • 9 Zulhijah 1447 H (Hari Arafah) = Selasa, 26 Mei 2026
  • 13 Zulhijah 1447 H (akhir hari Tasyrik) = Sabtu, 30 Mei 2026

Waktu pelaksanaan masing-masing takbiran

Dengan acuan tanggal di atas, periode takbiran untuk Iduladha 2026 adalah sebagai berikut.

  • Takbiran mutlak: dimulai sejak 1 Zulhijah (Senin, 18 Mei 2026) hingga waktu Salat Ashar pada 13 Zulhijah (Sabtu, 30 Mei 2026).
  • Takbiran muqayyad: dimulai setelah Salat Subuh pada 9 Zulhijah (Selasa, 26 Mei 2026) dan dilanjutkan setiap selesai salat fardu hingga berakhir setelah Salat Ashar pada 13 Zulhijah (Sabtu, 30 Mei 2026).

Apa artinya bagi pelaksanaan takbiran di masyarakat?

Penjelasan ini membantu jamaah dan panitia masjid merencanakan kegiatan takbiran. Untuk takbiran mutlak, masyarakat bisa mengumandangkan takbir dalam berbagai bentuk, seperti pawai, pengeras suara, atau pengajian malam. Untuk takbiran muqayyad, pelaksanaannya mesti disesuaikan dengan waktu salat fardu, karena sifatnya terikat waktu.

Ringkasnya, seluruh rangkaian takbiran Iduladha 2026 berlangsung antara 18 Mei hingga 30 Mei 2026, dengan puncak takbiran muqayyad dimulai pada 26 Mei 2026 setelah Salat Subuh. Ketentuan ini memberi kerangka jelas bagi umat dan otoritas setempat untuk menyelenggarakan ibadah dan kegiatan perayaan secara tertib dan sesuai syariat.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait