Sulthan Muhammad Yus Ditunjuk Juru Bicara Pemerintah Banda Aceh
BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal secara resmi menunjuk Wakil Ketua KNPI Aceh, Sulthan Muhammad Yus, sebagai Juru Bicara Pemerintah Kota Banda Aceh pada Rabu, 28 Oktober, bertepatan peringatan Sumpah Pemuda. Penunjukan dilakukan untuk memperkuat peran pemuda dalam komunikasi publik dan menyampaikan program pembangunan kota kepada masyarakat.
Penunjukan dan tujuan
Wali kota menegaskan bahwa penunjukan bukan sekadar penugasan teknis, melainkan bentuk kepercayaan terhadap generasi muda sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik. Tujuannya adalah menghadirkan suara pemerintah yang lebih dekat, cepat, dan relevan, terutama bagi kalangan pemuda.
"Hari Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa pemuda adalah tulang punggung bangsa. Ini juga momentum yang tepat untuk mempertegas visi kota kolaborasi, dan memperjelas peran generasi muda dalam pembangunan," kata Illiza.
Tugas dan ruang lingkup
Sebagai Juru Bicara Pemerintah Kota, Sulthan diberi mandat untuk menyampaikan informasi resmi pemerintah dan merespons pertanyaan publik. Ruang lingkup tugas meliputi pemberitaan program pembangunan, penanganan darurat, hingga kegiatan kota yang berdampak pada masyarakat.
- Menyampaikan perkembangan program pembangunan kota.
- Mengkomunikasikan langkah penanganan darurat dan keselamatan publik.
- Menanggapi pertanyaan media dan publik dengan akurat.
- Meningkatkan keterlibatan pemuda dalam proses komunikasi publik.
Respons Sulthan dan komitmen komunikasi
Sulthan menyambut baik penunjukan tersebut dan menegaskan kesiapan menjalankan tugas dengan prinsip keterbukaan dan etika publik. Ia menekankan pentingnya akurasi dan ketepatan waktu dalam penyampaian informasi.
"Saya menerima amanah ini dengan penuh rasa hormat. Saya akan berupaya menyampaikan informasi resmi Pemerintah Kota Banda Aceh secara akurat, tepat waktu, dan membangun kepercayaan masyarakat," ujar Sulthan Muhammad Yus.
Dampak bagi keterlibatan pemuda
Penunjukan tokoh muda dari KNPI Aceh ini dimaknai sebagai langkah konkret untuk memasukkan perspektif generasi muda ke dalam tata kelola komunikasi pemerintah. Pemerintah berharap langkah ini mendorong partisipasi dan tanggung jawab pemuda dalam pembangunan kota yang inklusif.
Dengan peran baru ini, Sulthan diharapkan menjadi penghubung efektif antara pemerintah dan warga, sekaligus memfasilitasi alur informasi yang transparan dan responsif terhadap kebutuhan publik. Penunjukan ini diharapkan mendorong keterlibatan pemuda dalam pemerintahan kota ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Labuhanbatu Tetapkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Pemkab Labuhanbatu mengeluarkan Perbup No.26/2026 yang mewajibkan 1 tahun pendidikan prasekolah untuk anak u...
Sat Lantas Polres Labuhanbatu Gelar Dikmas untuk Dukung Operasi Patuh Toba
Sat Lantas Polres Labuhanbatu gelar Dikmas bagi pelajar di Rantauprapat sebagai dukungan Operasi Patuh Toba...
Kapolres Dairi Turun Bagikan Helm pada Operasi Patuh Toba 2026
Kapolres Dairi turun langsung mengatur lalu lintas dan membagikan helm di Simpang Empat Sidikalang dalam Ope...
Polres Sibolga Gelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Polres Sibolga menggelar apel kesiapsiagaan pada 29 Oktober untuk memastikan personel dan sarana siap tangan...
Gema Kreasi Gelar Seminar Cegah Diabetes Sejak Dini di MAN 3 Medan
Gema Kreasi menggelar seminar 'Cegah Diabetes Sejak Dini' di MAN 3 Medan untuk edukasi kesehatan dan membuka...
BBPOM Medan Gelar SPARK-G Festival: Edukasi Pangan Aman untuk Sekolah
BBPOM Medan menggelar SPARK-G Festival (29/10) untuk mengedukasi siswa TK–SMA soal pemilihan pangan dan obat...