Nasional

Prabowo: Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang Jaga Identitas Bangsa

Bagikan:
Fasad Stasiun Semarang Tawang setelah revitalisasi pada 2026

Semarang, Jawa Tengah — Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang pada Kamis, 30 Juli 2026, dan menegaskan pentingnya pelestarian bangunan cagar budaya itu untuk menjaga identitas dan memori kolektif bangsa.

Revitalisasi dan peresmian

Peresmian revitalisasi tahap pertama berlangsung di Stasiun Semarang Tawang. Pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyelesaikan pekerjaan yang menjadi bagian dari upaya pemeliharaan warisan budaya nasional. Presiden menilai langkah tersebut menunjukkan komitmen menjaga situs bersejarah sambil melanjutkan pembangunan infrastruktur.

Makna sejarah Stasiun Tawang

Presiden Prabowo mengingatkan bahwa stasiun ini memiliki peran penting dalam sejarah awal kemerdekaan. Menurutnya, stasiun pernah digunakan oleh Presiden Republik Indonesia pertama untuk melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah lain saat memulai tugas negara.

Sejarah mencatat bahwa Presiden Republik Indonesia yang pertama menggunakan stasiun ini untuk berangkat ke daerah-daerah lain. Untuk menjalankan tugas negara di awal kemerdekaan

Karena itu, menurut Presiden, pelestarian Stasiun Tawang bukan sekadar memugar fisik bangunan. Pelestarian juga berarti mempertahankan identitas dan memori perjalanan sejarah bangsa.

Apresiasi kepada PT Kereta Api Indonesia

Presiden menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) atas percepatan penyelesaian revitalisasi tahap pertama. Ia menilai tindakan cepat tersebut mencerminkan tanggung jawab dalam merawat warisan budaya nasional.

Saya ucapkan terima kasih kepada Direktur Utama Kereta Api Indonesia yang mengambil langkah-langkah cepat, tanggap

Seruan pelestarian budaya

Lebih jauh, Presiden menyerukan agar masyarakat turut menjaga berbagai warisan budaya dan bangunan bersejarah. Ia menekankan bahwa bangsa besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya dan mempelajari pengalaman masa lalu, termasuk masa penjajahan, sebagai pelajaran bagi pembangunan masa depan.

Karena itu penting juga kita untuk melestarikan semua yang kita miliki, walaupun itu dari zaman dahulu. Kita harus melestarikan kuil-kuil, semua bangunan-bangunan ribuan tahun, ratusan tahun yang lalu, itu bagian dari sejarah kita, bagian dari identitas kita

Pernyataan Presiden menegaskan bahwa proyek revitalisasi seperti di Stasiun Tawang bukan hanya kegiatan fisik. Proyek ini juga bagian dari upaya memelihara narasi sejarah dan memperkuat identitas kolektif. Ke depan, perhatian dan dukungan publik diharapkan terus mendukung pemeliharaan situs-situs bersejarah lain di seluruh Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait