Sprei Harumi Sesuaikan Produk dengan Karakter Konsumen
Sprei Harumi menerapkan strategi riset konsumen untuk merancang produk yang tepat sasaran. Owner Citra Zora mengatakan setiap desain dibuat berdasarkan karakteristik, psikologi, dan perilaku pembeli, sehingga produk lebih fokus memenuhi kebutuhan pasar. Pernyataan itu disampaikan dalam Jagongan UMKM, Senin (20/07/2026).
Memahami konsumen sebagai dasar produksi
Menurut Citra Zora, pemahaman menyeluruh terhadap pembeli menjadi langkah awal dalam proses produksi. Tim Harumi mengumpulkan data preferensi, kebiasaan tidur, dan ekspektasi kenyamanan sebelum menentukan desain dan bahan.
Langkah ini bertujuan menciptakan ciri khas produk yang relevan dengan segmen pasar. Dengan begitu, produk yang dihasilkan lebih terukur dan efisien sesuai kebutuhan pelanggan.
"Kami memang harus menciptakan ciri khas. Karena itu kami memahami karakteristik, psikologis, dan perilaku konsumen sebelum membuat produk. Dari situ akhirnya produk yang kami hasilkan menjadi lebih fokus sesuai kebutuhan pelanggan," ujar Citra Zora.
Pilihan bahan dan penentuan harga
Sprei Harumi menyediakan beberapa varian bahan untuk menjangkau berbagai segmen. Produk dipasarkan dengan rentang harga menyesuaikan jenis material yang digunakan.
- Katun campuran: komposisi 70% katun dan 30% polyester. Jadi pilihan paling terjangkau dengan kenyamanan dasar.
- Tencel dari Austria: lini premium yang dijual lebih mahal namun menawarkan sensasi adem dan lembut.
"Bahan yang paling umum kami gunakan adalah katun. Untuk harga yang lebih terjangkau, komposisinya 70 persen katun dan 30 persen polyester," jelas Citra.
Rentang harga yang disebutkan Citra dimulai dari sekitar Rp200.000 untuk sprei katun, dan mulai dari Rp1.000.000 untuk produk berbahan Tencel. Perbedaan harga ini mencerminkan kualitas bahan dan proses produksi yang berbeda.
"Kami juga menyediakan bahan premium, yaitu kain Tencel dari Austria. Kebetulan kami menjadi branding partner resminya. Keunggulan kain Tencel ini lebih nyaman dan terasa lebih adem saat digunakan," tutur Citra.
Dampak dan prospek bagi pasar perlengkapan tidur
Dengan menggabungkan riset konsumen, pemilihan material, dan inovasi desain, Sprei Harumi menargetkan pertumbuhan penjualan di berbagai segmen. Strategi ini juga membantu perusahaan mempertahankan loyalitas pelanggan dan mempermudah penetrasi pasar premium.
Ke depan, pendekatan berbasis data diprediksi akan semakin menentukan keberhasilan produsen sprei lokal. Produsen yang mampu menyesuaikan produk dengan preferensi konsumen berpeluang memperluas pangsa pasar.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...