Soekarno Cup I: 150 Atlet Berlaga di Turnamen Tenis Meja Bojonegoro
Bojonegoro – PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menggelar turnamen tenis meja bertajuk Soekarno Cup I pada 20 Juni 2026 di Pendopo Panti Marhaen. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk memperingati Bulan Bung Karno sekaligus menjaring bibit atlet lokal. Acara berlangsung dua hari dan melibatkan 150 peserta dari berbagai kecamatan.
Partisipasi peserta dan kategori usia
Panitia mencatat antusiasme tinggi dari generasi muda. Selain nomor perorangan untuk kelompok usia, turnamen juga menyiapkan nomor ganda untuk hari kedua. Sistem pertandingan menggunakan setengah kompetisi agar lebih banyak atlet mendapatkan jam tanding.
| Kategori | Putra | Putri | Total |
|---|---|---|---|
| U-15 | 18 | 19 | 37 |
| U-18 | 20 | 10 | 30 |
| Total perorangan | 67 | ||
Pembukaan dan pesan peringatan sejarah
Pembukaan secara simbolis dilakukan melalui pukulan bola perdana oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro bersama Ketua KONI Kabupaten Bojonegoro. Dalam sambutannya, Ketua DPC menekankan pentingnya menghargai jasa pahlawan dan menanamkan nilai sejarah kepada generasi muda.
Bulan Juni ini merupakan momentum peristiwa besar bagi bangsa Indonesia. Berkat jasa besar para pahlawan dan dibacakannya teks proklamasi kemerdekaan, kita hari ini bisa menikmati kehidupan dengan aman—bisa menimba ilmu, sekolah, hingga beribadah dengan nyaman. Saya berharap dari sini lahir atlet-atlet Bojonegoro yang mampu meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Mari kita laksanakan kegiatan ini dengan gembira dan sportivitas tinggi.
— Bambang Sutriyono, Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro
Tujuan pembinaan dan peran kolaborasi
Ketua panitia menyebut turnamen ini menjadi wadah evaluasi bagi pelatih dan pembina untuk mengukur perkembangan atlet. KONI dan pengurus cabang olahraga memberi apresiasi atas inisiatif tersebut, karena pertandingan resmi diperlukan untuk meningkatkan jam terbang atlet.
Turnamen ini dilaksanakan selama dua hari dengan menggunakan sistem setengah kompetisi. Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan bisa menjadi ajang berkala untuk mencari bibit-bibit atlet tenis meja yang potensial di Kabupaten Bojonegoro.
— Malikin Ebiet, Ketua Panitia
Saya sangat mengapresiasi DPC PDI Perjuangan Bojonegoro yang telah memberi wadah. Tanpa adanya event seperti turnamen ini, kita tidak akan pernah bisa mengukur kemampuan atlet. Latihan tanpa evaluasi lewat pertandingan tidak akan terlihat hasilnya.
— Sahari, Ketua KONI Kabupaten Bojonegoro
Kami berharap ada Soekarno Cup II, III, dan seterusnya. Ini harus menjadi program berkelanjutan guna mewadahi Generasi Z, sehingga semakin banyak anak muda yang menyalurkan hobinya ke hal positif seperti tenis meja ini.
— Sunaryo, perwakilan PTMSI Kabupaten Bojonegoro
Penutup: Prospek ke depan
Soekarno Cup I diharapkan menjadi program rutin yang memperkuat rantai pembinaan atlet di Bojonegoro. Dengan dukungan partai politik, cabang olahraga, dan masyarakat, turnamen seperti ini berpotensi menjadi pijakan bagi atlet lokal meraih prestasi lebih tinggi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Stadion Ketonggo Diperiksa Jelang Liga 3 Nusantara
Wabup Ngawi dan Ditpamobvit Polda Jatim inspeksi Stadion Ketonggo (2 Nov 2026); ditemukan kebutuhan CCTV dan...
Komisi A Awasi Pilkades Serentak 286 Desa di Jombang 2027
Komisi A DPRD Jombang mengawal persiapan Pilkades serentak 286 desa pada November 2027 lewat RDP untuk memas...
KLIK DALAK Lumajang: DPRD Jatim Buka Klinik Investasi Keliling
Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim buka KLIK DALAK di Lumajang untuk memperjelas persyaratan lingkungan dan KKP...
DPRD Surabaya Buka Peluang Revisi Perda soal Pasar Buah Tanjungsari
DPRD Surabaya mengkaji revisi Perda No.1/2023 terkait jam operasional Pasar Buah Tanjungsari untuk melindung...
Surabaya Gencarkan Intervensi UMKM untuk Anti Narkoba
Wali Kota Surabaya siapkan intervensi UMKM, dakwah, dan pelibatan warga untuk memutus peredaran narkoba di k...
Kemiskinan Banyuwangi Turun Jadi 5,6% pada 2026
Angka kemiskinan Banyuwangi turun menjadi 5,6% pada 2026; jumlah penduduk miskin 91.570 orang, terendah seja...