Wakil DPRD Minta Jalur Pendakian Gunung Piramid Ditutup Sementara
Bondowoso — Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, mendesak pemerintah menutup sementara jalur pendakian Gunung Piramid setelah dua pendaki ditemukan tewas pada 4 Agustus 2026. Ia mengatakan penutupan diperlukan agar sistem keselamatan pendakian dievaluasi dan dibenahi secara menyeluruh.
Temuan dua pendaki tewas
Tim SAR gabungan menemukan dua korban di kawasan Punggung Naga pada kedalaman sekitar 60 meter, Selasa (4/8/2026). Korban adalah Maliya Finda (51) asal Surabaya dan Irfan Nasrul Laili (34), pemandu dari Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso. Keduanya ditemukan berjarak sekitar lima meter.
Desakan penutupan sementara
Sinung menilai tragedi itu menunjukkan adanya kelemahan pada tata kelola keselamatan pendakian. Ia meminta penutupan jalur sebagai langkah awal sebelum pendakian dibuka kembali.
"Yang pertama harus dilakukan adalah menutup sementara dan melarang pendakian. Setelah itu pemerintah desa, kecamatan, kabupaten bersama Dinas Pariwisata harus menyiapkan sistem yang benar,"
Usulan pembenahan dan pelatihan pemandu
Menurut Sinung, penutupan bukan dimaksudkan menghentikan pariwisata, melainkan memberi ruang untuk perbaikan. Ia mengusulkan perekrutan pemuda lokal untuk mengikuti pelatihan di organisasi pencinta alam profesional sehingga menjadi pemandu bersertifikat.
"Kalau belum ada guide profesional, jangan diizinkan mendaki,"
Sinung menambahkan pemandu bersertifikat harus mampu menunjukkan jalur, memberikan pertolongan pertama, dan menangani kondisi darurat saat kecelakaan terjadi. Ia juga menyarankan kerja sama dengan organisasi pencinta alam dan komunitas SAR untuk pelatihan.
Pengembangan fasilitas pendukung
Selain membangun SDM, Sinung mendorong pemerintah desa mengembangkan fasilitas penunjang. Rencana itu mencakup layanan bernilai ekonomi lokal sekaligus meningkatkan keselamatan wisatawan.
- Penyewaan perlengkapan pendakian
- Area berkemah terkelola
- Layanan wisata berbasis masyarakat
Dengan pola tersebut, Gunung Piramid diharapkan berkembang sebagai destinasi ekowisata yang mengutamakan keselamatan, bukan sekadar jumlah kunjungan.
Dampak dan ancaman pendakian ilegal
Sinung memperingatkan larangan mendaki tanpa pembenahan tata kelola berisiko memicu pendakian ilegal. Ia menegaskan penutupan harus bersifat sementara dan disertai persiapan SDM, aturan, dan fasilitas.
"Penutupan harus bersifat sementara sambil menyiapkan SDM, aturan, dan fasilitas. Setelah semuanya siap, jalur bisa dibuka kembali dengan standar keselamatan yang jelas. Kalau tidak, kita hanya tinggal menunggu korban berikutnya,"
Penutup
Usulan DPRD itu menggarisbawahi kebutuhan perbaikan tata kelola di Gunung Piramid. Jika dilaksanakan, langkah ini berpotensi menjadikan destinasi lebih aman tanpa mengorbankan ekonomi lokal.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Soekarno Run Blitar 2026: 4.200 Pelari, Dampak Ekonomi untuk UMKM
Soekarno Run Blitar 2026 diikuti 4.200 pelari; event ini menargetkan dorongan ekonomi lewat UMKM, kuliner, p...
Doa Bersama Jelang Soekarno Run di Makam Bung Karno
Tiga DPC PDI Perjuangan menggelar doa bersama di Makam Bung Karno, Jumat malam, untuk memohon kelancaran Soe...
Bupati Bangkalan Lepas Atlet ke POPDA 2026, Target Pertahankan Peringkat
Bupati Bangkalan melepas 98 atlet ke POPDA 2026; Pemkab siapkan fasilitas dan beasiswa untuk pertahankan pos...
Ijen Geopark Raih Green Card UNESCO, Tantangan ke Arah Kesejahteraan
Ijen Geopark kembali meraih Green Card UNESCO; pengakuan harus diikuti langkah konservasi dan pemberdayaan u...
Inflasi Banyuwangi Terendah di Jatim, 2,69% per September 2026
Inflasi Banyuwangi tercatat 2,69% per September 2026, terendah di Jatim berkat kolaborasi TPID dan forum HLM...
Jalan Usaha Tani 200 m di Pasuruan Ditinjau, Permudah Akses Petani
Arifin meninjau pembangunan jalan usaha tani 200 m di Dusun Kedungturi, Pasuruan, sebagai upaya perbaikan ak...