PDI Perjuangan Jember Pastikan Kepengurusan Hingga Anak Ranting
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember Widarto menegaskan struktur kepengurusan partainya hingga tingkat anak ranting aktif dan memenuhi aturan pemilu. Pernyataan itu disampaikan saat menerima kunjungan Ketua Bawaslu Jember Sanda Aditya Pradana bersama staf di Kantor DPC PDI Perjuangan Jember, Jalan Supriadi Nomor 54, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Sabtu (20/6/2026). Widarto mengatakan pemenuhan syarat dilakukan melalui pelantikan yang ketat dan bukti administrasi nyata.
Kepengurusan hingga anak ranting aktif
Widarto menegaskan pengurus partai bukan sekadar nama dalam dokumen. Setiap pengurus dilantik melalui mekanisme terstruktur yang dapat diverifikasi. Menurutnya, bukti pelantikan terekam dan memperlihatkan kepatuhan pada prosedur internal partai.
Bisa dilihat dari rekaman video saat pelantikan pengurus. Semua mengenakan seragam, pengurus laki-laki memakai kopiah dan pin Bung Karno. Jika ada satu kelengkapan yang tidak dipenuhi, maka tidak akan dilantik sebagai pengurus
Widarto menambahkan pelantikan menjadi salah satu cara memastikan pengurus benar-benar aktif dan bertanggung jawab dalam tugasnya di tingkat dusun atau RW.
Pemenuhan kuota perempuan dan keterlibatan kader muda
Menurut Widarto, DPC PDI Perjuangan Jember sudah memenuhi ketentuan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam kepengurusan. Selain itu, partai juga melibatkan kader muda berusia di bawah 35 tahun sebagai bagian dari komitmen regenerasi.
Jangankan soal keberadaan personel, kuota perempuan 30 persen dan kelompok umur di bawah 35 tahun juga sudah terpenuhi
Pemenuhan kuota ini disebutnya tidak hanya untuk memenuhi aturan, tetapi juga untuk menyiapkan kapasitas politik menjelang tahapan pemilu berikutnya.
Kunjungan Bawaslu: sosialisasi aturan pemilu sejak dini
Ketua Bawaslu Jember Sanda Aditya Pradana mengapresiasi kerapian administrasi dan kepatuhan partai terhadap regulasi kepemiluan. Ia menilai sosialisasi aturan penting dilakukan lebih awal agar partai politik memahami hak dan kewajiban menjelang Pemilu 2029.
Kami berharap sosialisasi aturan pemilu dapat dilakukan jauh-jauh hari. Salah satunya seperti yang kami lakukan melalui kunjungan ke partai politik
Sanda mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan memastikan pemahaman regulasi berjalan sejak awal, walaupun tahapan Pemilu 2029 diperkirakan baru dimulai pada 2027.
Implikasi dan langkah ke depan
Kunjungan Bawaslu dan penegasan DPC PDI Perjuangan Jember menunjukkan ada fokus pada pemenuhan regulasi administratif dan representasi. Langkah ini berpotensi mengurangi persoalan administratif pada pendaftaran peserta pemilu dan memperkuat kesiapan kader lokal. Ke depan, komunikasi antara penyelenggara pemilu dan partai politik diperkirakan akan terus ditingkatkan untuk memastikan kepatuhan aturan secara berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ketua DPRD Minta Pemkot Malang Perketat Pengawasan Perusahaan soal BPJS
Ketua DPRD Malang minta Pemkot perketat pengawasan perusahaan soal kepesertaan BPJS setelah ada peserta nona...
Khitan Gratis di Magetan, PDI Perjuangan Gelar Layanan Rutin
DPC PDI Perjuangan, komunitas, dan Muhammadiyah Ngariboyo menggelar khitan gratis rutin setiap Jumat untuk m...
Soekarno Run Banyuwangi: Pelari Tampil dengan Kostum Beragam
Soekarno Run Banyuwangi 20 Sept 2026 menampilkan pelari dengan kostum adat, tokoh pewayangan, dan kreasi mod...
Anak Usia Dini Ikut Soekarno Run BWX 2026, Peserta Termuda 4 Tahun
Anak-anak ikut Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi; peserta termuda 4 tahun dan kategori 1K jadi ruang penge...
Eri Cahyadi Tekankan Semangat Berdiri di Kaki Sendiri di Soekarno Run
Eri Cahyadi mengajak peserta Soekarno Run BWX 2026 menjadikan olahraga sebagai sarana membangun kemandirian,...
Romy Ajak Gen Z Kuasai Pengawasan Pemilu Jelang 2029
Romy Soekarno dorong Gen Z pahami pengawasan partisipatif jelang Pemilu 2029, waspadai hoaks, AI, dan politi...