SMA Negeri 2 Pangaribuan Resmi Beroperasi, Akses Pendidikan Dibuka
Catatan Jurnalistik
TARUTUNG – SMA Negeri 2 Pangaribuan resmi beroperasi sejak 2023 dan kini meluluskan angkatan pertama, membuka akses pendidikan menengah atas bagi pelajar di Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara. Sekolah berdiri di Desa Raut Bosi Onan setelah perjuangan penyediaan lahan dan lobi birokrasi selama bertahun-tahun.
SMA Negeri 2 Pangaribuan: Akses pendidikan lebih dekat
SMA Negeri 2 Pangaribuan mulai menerima siswa pada 2023. Dalam tiga tahun sekolah ini melayani ratusan lulusan SMP di kawasan 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Sekolah mengurangi kebutuhan siswa menempuh perjalanan puluhan kilometer atau keluar daerah untuk melanjutkan studi. Wakil Kepala Sekolah, Rosmala Manalu, mengatakan tahun ini menjadi tonggak karena angkatan pertama telah lulus.
"Untuk sekolah yang baru beroperasi tiga tahun, jumlah siswa tersebut masih sangat wajar. Kami optimistis, melalui berbagai inovasi dan peningkatan kualitas pembelajaran, kepercayaan masyarakat akan terus tumbuh,"
Beberapa lulusan sudah diterima di perguruan tinggi negeri, antara lain:
- Universitas Negeri Medan (UNIMED)
- Universitas Teuku Umar (UTU)
- Institut Teknologi Sumatera (ITERA)
- Institut Teknologi Del (IT Del)
SMA ini melayani siswa dari beberapa desa di sekitar lokasi, termasuk:
- Desa Rait Bosi
- Rait Bosi Onan
- Pansur Natolu
- Pansur Batu
- Kawasan Silantom
Perjuangan panjang penyediaan lahan dan birokrasi
Pendirian SMA Negeri 2 tidak instan. Ketua DPRD Tapanuli Utara, Arifin Rudi Nababan, mengawal proses dari perencanaan hingga pengesahan. Tantangan terbesar adalah pembebasan lahan yang masih produktif dan dimiliki oleh ratusan ahli waris keturunan 16 Ompu.
"Datanya tidak boleh salah. Kami bekerja sampai tengah malam mencocokkan KTP dan Kartu Keluarga,"
Rudi melakukan pendekatan persuasif door-to-door untuk membangun kesepahaman, sekaligus menyiapkan seluruh dokumen hibah. Komunikasi juga dijalin dengan pemangku kepentingan di tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat.
Dukungan anggaran dan status lahan
Persoalan pendanaan sempat menghambat karena keterbatasan anggaran pada Perubahan APBD Sumut 2022. Peluang muncul setelah status lahan bersertifikat terpenuhi. Luas lahan yang disertifikat mencapai 12.100 meter persegi, dan pembangunan tahap awal mendapatkan alokasi sekitar Rp3 miliar.
"Mendirikan SMA ini bukan perkara mudah. Puji Tuhan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera membangunnya,"
Dampak dan prospek
Hadirnya SMA Negeri 2 Pangaribuan mempersingkat jarak tempuh pendidikan dan meningkatkan peluang anak lokal melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Sekolah masih membutuhkan peningkatan kualitas dan jumlah siswa, namun pihak sekolah optimistis kepercayaan masyarakat akan terus tumbuh.
Perwujudan sekolah ini memperlihatkan kolaborasi antara wakil rakyat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membuka akses pendidikan bagi generasi muda di pelosok Tapanuli Utara.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kejuaraan Karate Inkanas Open Pelajar Se-Sumut Dibuka di Batubara
Kejuaraan Karate Inkanas Open antar pelajar se-Sumut dibuka di Batubara, 325 atlet dari 12 daerah bersaing m...
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan: Program untuk Profesional
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan menawarkan program pascasarjana fleksibel dan aplikatif untuk ASN, ma...
Bupati Batubara Puji Bank Sampah Berseri Ubah Sampah Jadi Pakan
Bupati Batubara memuji Bank Sampah Berseri yang mengubah sampah rumah tangga menjadi pakan dan pupuk melalui...
Sumut Target Vaksinasi Rabies 15.000 HPR dan Aspirasi Publik Tuntas di Medan
Pemprov Sumut targetkan vaksinasi rabies 15.000 HPR dan bidik rekor MURI; selain itu masalah warga Medan dit...
Dugaan Ambil Batu Sungai di Irigasi Saba Bolak, APH Diminta Turun
Tokoh Sipirok minta APH periksa dugaan pengambilan batu sungai untuk rehabilitasi Irigasi Saba Bolak; dokume...
Pojok PBB Medan Raih Rp1,07 Miliar, Program Dilanjutkan
Pojok PBB Medan kumpulkan Rp1,07 miliar (15–18 Sept 2026); program dilanjutkan 21–30 Sept di tiga lokasi str...