37 Siswa SMK di Karo Dirawat Usai Diduga Terkait Makanan MBG
MEDAN — Sebanyak 37 siswa SMK Negeri 1 Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak Rabu (16/9). Keluhan kesehatan mereka diduga berkaitan dengan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dilaporkan pada Senin (14/9).
Kondisi dan perawatan
Puluhan siswa yang sempat diizinkan pulang setelah penanganan awal mengalami memburuk keesokan paginya. Mereka lantas kembali dilarikan ke Rumah Sakit Ernita, Kabanjahe, untuk dirawat.
Ketua Tim Pemantau MBG Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Fauzi Hardiansyah, menyatakan kondisi umum para siswa sudah berangsur membaik, namun masih memerlukan perawatan medis.
“Pagi tadi kita sudah koordinasi dengan Kepala Cabang Dinas Wilayah 2, ada 37 orang yang kembali masuk untuk dirawat,”
Fauzi menambahkan perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan kemudian.
Penyebab diduga terkait distribusi makanan
Insiden ini memantik sorotan terkait tata kelola dan pengawasan program Makan Bergizi Gratis. Meski ada prosedur pengawasan, muncul masalah pada rentang waktu pengiriman dari dapur ke sekolah.
“Pengawasan tetap ada, yang pastinya sebelum dimakan oleh siswa, guru terlebih dahulu ikut mencicipi makanan,”
Namun Fauzi mengakui kendala utama adalah lamanya durasi distribusi. Ia mengatakan waktu pengiriman yang terlalu lama dapat memengaruhi kualitas dan keamanan pangan sebelum sampai ke siswa.
Tindak lanjut dan evaluasi
Fauzi menegaskan Dinas Pendidikan Sumut akan memperkuat pengawasan. Fokusnya tidak hanya pada standar keamanan makanan, tapi juga pada seluruh rantai distribusi dari penyedia hingga ke sekolah.
Koordinasi antara Dinas Pendidikan, cabang dinas wilayah, serta pihak sekolah akan terus dilakukan untuk memantau kondisi siswa dan mengevaluasi pelaksanaan program di lapangan.
Implikasi dan langkah ke depan
Kasus ini menyoroti pentingnya pemantauan ketat pada program pemberian makanan di sekolah, terutama untuk memastikan keamanan pangan saat distribusi. Jika distribusi tidak terkontrol, kualitas makanan berisiko menurun meski telah ada uji rasa oleh guru.
Perkembangan terkait kondisi 37 siswa dijadwalkan akan diperbarui pada sore hari oleh pihak terkait.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Patroli Blue Light Polres Palas Diperketat di Sibuhuan
Polres Palas tingkatkan patroli blue light di Sibuhuan untuk tekan curat, curas, dan begal; melibatkan Satre...
Satlantas Tapteng Gelar Operasi Patuh Toba 2026 Secara Humanis
Satlantas Polres Tapanuli Tengah menggelar Operasi Patuh Toba 2026 di Pandan dengan pendekatan humanis, memb...
Kejari Medan Terapkan Diversi untuk Perkara Anak RSP
Kejari Medan menyelesaikan kasus anak RSP lewat diversi dan menerbitkan SKP2 setelah putusan PN Medan 30 Okt...
Korpri Dambaan FC vs Bank Sumut: Laga Persahabatan Pererat Silaturahmi
Korpri Dambaan FC (ASN Pemkab Sergai) bertanding melawan keluarga besar PT Bank Sumut di Stadion Kebun Bunga...
Ribuan Kader Pujakesuma Kawal Sidang Putusan Kasus Sumantri
Ribuan kader Pujakesuma akan mengawal sidang putusan Sumantri dan anaknya di PN Lubuk Pakam terkait dugaan p...
Gerindra Reshuffle AKD DPRD Deliserdang, Dahnil Masuk Banggar & BKD
Fraksi Gerindra merombak AKD DPRD Deliserdang; Muhammad Dahnil Ginting diposisikan di Banggar dan Badan Keho...