Hiburan

Sinopsis Dua Nafas: Kisah Haru Nenek dan Cucu yang Menginspirasi

Bagikan:
Poster film Dua Nafas menampilkan nenek dan cucu dalam suasana emosional di desa

Dua Nafas adalah film drama keluarga yang mengisahkan pengorbanan dan kasih sayang antara seorang nenek dan cucunya. Film ini mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 2 Juli 2026 dan berdurasi 1 jam 33 menit. Disutradarai Hasto Broto, film menyajikan cerita emosional tentang makna keluarga dan perjuangan hidup sederhana.

Ringkasan cerita

Cerita dimulai ketika Wati menitipkan putranya, Anto, kepada ibu mertuanya, Mariyam. Mereka menetap di sebuah desa terpencil dengan kondisi hidup yang sangat sederhana. Anto yang tumbuh di Jakarta awalnya kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Di desa, Anto bertemu Putri yang ramah dan Udin yang selalu membawa keceriaan. Persahabatan itu perlahan mengubah sikap Anto. Kasih sayang Mariyam semakin membuat Anto memahami arti keluarga dan pengorbanan.

Kronologi penting

Perjalanan hidup Anto diceritakan melintasi waktu. Masa kecilnya penuh adaptasi dan persahabatan, sementara enam belas tahun kemudian Anto berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi seorang dokter. Ia kembali ke desa membawa ijazah sebagai kebanggaan untuk neneknya.

Kembalinya Anto berujung pada momen yang memilukan. Di meja rumah, makanan favorit Anto sudah disiapkan. Namun saat itu ia menemukan bahwa Mariyam telah meninggal sambil menunggu kehadirannya—sebuah akhir yang menyentuh tema pengorbanan dan cinta tanpa pamrih.

Pemeran

Film ini menampilkan jajaran pemeran yang melengkapi nuansa emosional cerita. Berikut pemeran utama:

  • Aty Cancer sebagai Mariyam (nenek)
  • Syakir Daulay sebagai Anto dewasa
  • Auzan Noh Karepesina
  • Adelia Rasya
  • Bilqis Hafsa
  • Mantra Gurindam Smaratungga

Tim produksi

Naskah film ditulis oleh Jo Hyeon Suk bersama Exan Zen. Park Joung-Kuk dan Syakir Daulay dipercaya sebagai produser. Rumah produksi PT. Sunrise Pictures Indonesia menggarap film dengan nuansa emosional yang kuat.

Di tangan sutradara Hasto Broto, film ini menekankan sisi kemanusiaan dan pengorbanan keluarga sederhana. Nuansa desa dan hubungan antargenerasi menjadi pusat cerita yang mengundang empati penonton.

Kesimpulan

Dua Nafas menawarkan kisah sederhana namun kuat tentang cinta nenek dan cucu. Dengan durasi singkat, film ini fokus pada emosi dan perjalanan karakter. Penonton yang menyukai drama keluarga cenderung menemukan pengalaman menonton yang mengharukan dan reflektif.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait