DPR Dorong Sinkronisasi Regulasi Pendidikan Dokter
Komisi XIII DPR mendorong harmonisasi dan sinkronisasi regulasi pendidikan dokter menyusul aduan terkait penahanan sertifikat profesi calon dokter. Rapat digelar pada Kamis, 18 Juni 2026, di Gedung DPR, Jakarta, dengan hadirnya Komnas HAM dan Pergerakan Dokter Muda Indonesia (PDMI).
Langkah DPR dan koordinasi lintas lembaga
Wakil Ketua Komisi XIII, Andreas Hugo Pareira, menyatakan DPR akan menindaklanjuti persoalan aturan yang memicu polemik itu. Komisi berencana menyurati sejumlah mitra untuk membahas dan menajamkan regulasi terkait pendidikan dokter.
Andreas menekankan perlunya koordinasi antarkementerian dan lembaga untuk mencari solusi yang komprehensif.
"Komisi XIII akan menyurati mitra yang berkaitan dengan regulasi ini,"tulis Andreas saat rapat berlangsung.
Permintaan harmonisasi regulasi
Komisi XIII meminta Kementerian Hukum dan HAM melakukan harmonisasi regulasi pendidikan dokter. Selain itu, Komisi menugaskan Kementerian Sekretariat Negara untuk mengoordinasikan pembahasan regulasi bersama kementerian dan lembaga terkait.
Tujuannya agar aturan berjalan seragam dan tidak menimbulkan ketidakpastian bagi lulusan kedokteran. DPR menilai langkah itu penting untuk menjamin kepastian hak kerja dan kompetensi profesional.
Pengawasan hak asasi dan peran Komnas HAM
DPR meminta Komnas HAM memantau aspek hak asasi manusia dalam pendidikan dan praktik kedokteran. Pengawasan akan difokuskan pada pemenuhan hak bekerja sesuai pendidikan dan kompetensi lulusan dokter.
Komnas HAM juga diminta membantu menuntaskan aduan PDMI dengan berkoordinasi bersama kementerian terkait dan organisasi profesi. Permintaan keterangan akan dilayangkan ke pihak-pihak berwenang untuk memperjelas konstruksi peristiwa.
Keluhan PDMI soal sertifikat profesi
PDMI melaporkan belum diterbitkannya sertifikat profesi untuk sejumlah calon dokter. Kondisi tersebut membuat lulusan terhambat melanjutkan proses karier dan izin praktik.
Perwakilan PDMI, Mika Wardani, menilai persoalan berkaitan dengan penerapan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 18 Tahun 2018 terhadap angkatan sebelumnya. Ia meminta peninjauan kembali aturan yang mewajibkan lulus uji kompetensi sebelum sertifikat diberikan.
"Kami yang dari angkatan pendidikan 2018 ke bawah, kenapa dikenakan Permen tersebut? Kenapa harus lulus uji kompetensi dulu baru sertifikat profesi kami diberikan?"
Tindak lanjut penyelidikan Komnas HAM
Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menyampaikan pihaknya telah menerima aduan PDMI pada 8 Juni 2026 dan sedang memprosesnya. Komnas HAM telah melakukan analisis awal untuk membangun konstruksi peristiwa.
"Komnas HAM sudah melakukan analisis dalam bentuk konstruksi peristiwa,"kata Anis, seraya menyebut pihaknya akan meminta keterangan dari beberapa kementerian dan organisasi profesi terkait.
Rangkaian langkah berikutnya meliputi surat resmi DPR, koordinasi lintas lembaga, dan pemeriksaan lebih lanjut oleh Komnas HAM. Hasilnya diharapkan memberi kepastian hukum bagi lulusan kedokteran dan mencegah masalah serupa di masa depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BMKG Waspadai Siklon Mekkhala, Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat akibat Siklon Mekkhala dan sirkulasi siklonik; masyarakat diminta me...
RUU Perampasan Aset: DPR Ingatkan Regulasi Harus Dirancang Hati-hati
Komisi III DPR minta RUU Perampasan Aset dirancang hati-hati agar efektif memberantas kejahatan sekaligus me...
Munas-Konbes NU 2026 Bahas Kepemimpinan dan Masa Depan Organisasi
Munas-Konbes NU 2026 di Kediri membahas mekanisme pemimpin, penguatan Ahlussunnah wal Jamaah, dan pemanfaata...
KSPI: Revisi Permenaker Outsourcing Terbit Awal Juli 2026
KSPI menyebut revisi Permenaker Nomor 7/2026 tentang outsourcing akan terbit awal Juli 2026, dengan pembatas...
AHY Gagas Donasi Sepatu untuk Pendidikan Anak Indonesia
AHY meluncurkan gerakan donasi sepatu setelah nobar Children of Heaven di Plaza Senayan, bertujuan membantu...
Wapres Dorong Museum Asmat Jadi Pusat Diplomasi Budaya Papua
Wapres Gibran dorong Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat dikembangkan sebagai sarana diplomasi budaya Papua...