Data SIMLUHTAN Bikin Petani Padanglawas Kehabisan Pupuk Subsidi
Padanglawas, Jumat (5/6) — Penyaluran pupuk subsidi di Padanglawas terhambat karena sistem data SIMLUHTAN, sehingga banyak petani tanaman pangan tidak menerima alokasi yang seharusnya.
Masalah penyaluran berbasis data
Beberapa petani di Desa Aekbargot, Kecamatan Sosopan, melaporkan mereka sudah memasuki minggu ketiga masa tanam namun belum mendapat pupuk sesuai kebutuhan.
Menurut pemilik kios yang menyalurkan pupuk subsidi, kendala muncul karena sejumlah petani tidak tercatat dalam database penerima sehingga tidak bisa dicairkan kuota pupuk untuk mereka.
Dampak langsung ke lapangan
Seorang petani, Fajar, menyatakan bahwa dari luas lahannya ia semestinya mendapat minimal tiga sak pupuk urea, namun hanya diberikan satu sak. Petani di sekitarnya bahkan sama sekali tidak mendapatkan pasokan.
"Seharusnya mendapatkan pupuk urea minimal tiga sak, hanya diberikan satu sak, malah petani tetangga sama sekali tidak mendapatkan pupuk," kata Fajar.
Akibat kekurangan pupuk pada fase pemupukan, para petani khawatir produktivitas tanaman pangan akan menurun. Mereka juga mempertanyakan kemungkinan penyalahgunaan atau ketidaktepatan data yang menyebabkan alokasi tidak sampai.
Tanggapan kelompok tani dan penyuluh
Ketua Kelompok Tani setempat, A Dirun Hasibuan, mengatakan kelompoknya berulang kali meminta agar semua petani yang melakukan penanaman diprioritaskan mendapatkan pupuk subsidi.
Begitu pula petugas penyuluh lapangan, Hamka Nasution, mendesak agar petani tanaman pangan diutamakan sesuai ketentuan program subsidi pupuk pemerintah.
Perbaikan data dan rekomendasi
Permasalahan ini menunjukkan kebutuhan evaluasi dan pembenahan SIMLUHTAN menjelang musim tanam. Perbaikan data dianggap krusial agar alokasi pupuk mencapai petani yang membutuhkan.
- Verifikasi ulang daftar petani penerima dalam database.
- Koordinasi lebih intens antara penyuluh, kios, dan kelompok tani.
- Monitoring distribusi pupuk untuk mencegah penyalahgunaan.
Perbaikan prosedur dan sistem data diharapkan dapat memastikan program pupuk subsidi berjalan efektif dan mendukung upaya peningkatan swasembada pangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Beasiswa Martabe 2026: PT Agincourt Salurkan Rp5,29 Miliar
PT Agincourt Resources salurkan Beasiswa Martabe 2026 kepada 341 pelajar/mahasiswa Tapanuli Selatan dengan t...
AMPI Binjai Gelar Safari Dakwah Subuh Kolaborasi dengan Pemko
G-SDS AMPI Kota Binjai bersama Pemko menggelar Safari Dakwah Subuh di Masjid Al-Fatih (26/7/2026) untuk mema...
Pojok PBB dan Samsat Keliling di CFD Medan, Diskon Pajak Hingga 75%
Bapenda Medan hadirkan Pojok PBB dan Samsat Keliling di CFD 26 Juli, tawarkan potongan PBB hingga 75% dan di...
Bupati Ajak Raja Luat Bersama Wujudkan Padang Lawas Maju
Bupati Putra Mahkota ajak 16 raja luat bersinergi wujudkan Padang Lawas Maju melalui silaturahim dan penyera...
Polsek Hutaimbaru Gelar Dialog 'Kopi Kamtibmas' Pererat Sinergi Keamanan
Polsek Hutaimbaru menggelar forum dialog Kopi Kamtibmas pada 24/7 untuk pererat sinergi keamanan, lawan nark...
17 Camat Mangkir, Pembahasan P-APBD Deliserdang Terhenti
Pembahasan LPP APBD 2025 di DPRD Deliserdang tertunda setelah 17 dari 22 Camat tidak hadir dalam rapat Bangg...