Fraksi PDIP Soroti SiLPA Rp126,22 Miliar di APBD Kota Batu
Batu — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu menyoroti tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang mencapai Rp126,22 miliar. Sorotan itu disampaikan dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Batu pada Senin, 21 September 2026, dengan alasan SiLPA dianggap sebagai persoalan utama dalam realisasi APBD yang perlu dicari penyebab dan solusinya agar penyerapan anggaran lebih optimal.
Besaran SiLPA dan struktur keuangan
Berdasarkan paparan struktur keuangan daerah, pendapatan daerah Kota Batu ditargetkan sebesar Rp932,16 miliar. Rinciannya adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp322,14 miliar dan pendapatan transfer Rp610,01 miliar. Untuk belanja, target ditetapkan Rp1,058 triliun.
| Kategori | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Pendapatan daerah | 932.160.000.000 |
| - Pendapatan Asli Daerah (PAD) | 322.140.000.000 |
| - Pendapatan transfer | 610.010.000.000 |
| Belanja daerah (total) | 1.058.000.000.000 |
| - Belanja operasi | 875.970.000.000 |
| - Belanja modal | 58.430.000.000 |
| - Belanja tidak terduga (BTT) | 36.230.000.000 |
| - Belanja transfer | 87.740.000.000 |
| Pembiayaan (SiLPA 2025) | 126.220.000.000 |
Kritik terhadap komposisi belanja
Fraksi PDIP menilai komposisi belanja belum seimbang. Belanja operasi jauh lebih besar dibandingkan belanja modal yang dinilai kecil untuk ukuran investasi publik jangka panjang.
"Besarnya SiLPA ini menjadi problem utama realisasi anggaran Kota Batu. Perlu segera menjadi perhatian apa penyebab utamanya dan mencari solusi untuk tahun mendatang agar serapan anggaran lebih baik serta SiLPA dapat ditekan dalam batas wajar,"
Menurut Fraksi PDIP, belanja modal penting untuk fasilitas publik seperti pendidikan, puskesmas, jaringan air bersih, serta infrastruktur jalan dan jembatan. Komposisi anggaran sebaiknya dikaji ulang agar manfaatnya lebih terasa langsung oleh masyarakat.
Permintaan transparansi dan perbaikan administrasi
Fraksi PDIP meminta Pemkot Batu menjelaskan rinci skema penggunaan SiLPA, agar dana tidak hanya menjadi "penyeimbang administratif" tanpa dampak pembangunan. Fraksi juga menyoroti perlunya pembaruan Sistem Pemutakhiran Data Pendapatan untuk mencatat potensi pajak dan pendapatan daerah secara akurat sesuai temuan BPK RI.
Selain itu, Pemkot diminta menyampaikan data riil dan langkah konkret mengatasi kendala penagihan piutang pajak selama tahun berjalan. Fraksi PDIP mengingatkan agar perubahan alokasi anggaran tidak mengorbankan kinerja layanan dasar bagi masyarakat.
Keputusan dan tindak lanjut
Meski memberi catatan kritis, Fraksi PDI Perjuangan menyetujui Raperda tentang Perubahan APBD Kota Batu Tahun Anggaran 2026 untuk dilanjutkan ke pembahasan bersama. Fraksi menegaskan akan mengawal proses agar kebijakan anggaran berdampak pada kemaslahatan masyarakat.
"Kami akan terus mengawal pembahasan Raperda ini berdampak pada kemaslahatan masyarakat Kota Batu,"
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PDI Perjuangan Minta Raperda Desa di Madiun Beri Kepastian
Fraksi PDI Perjuangan minta Raperda Desa Madiun beri kepastian kewenangan, anggaran, pengawasan, dan kesejah...
Novita Dorong Trenggalek Jadi Rumah Jaranan Dunia
Novita Hardini dorong FJTT ke-30 dan status KEN 2026 dijadikan momentum menjadikan Trenggalek rumah jaranan...
KONI Dorong Mini Soccer Trenggalek Jadi Sumber Talenta Porprov 2027
KONI Trenggalek mendorong mini soccer jadi sumber talenta Porprov Jatim 2027 lewat Turnamen Piala Dispora 20...
Pramono Anung ke New York Hadiri U20 dan Bertemu Wali Kota NYC
Gubernur DKI Pramono Anung berangkat ke New York (17/9/2026) untuk U20 Mayors Summit dan pertemuan bilateral...
PDI Perjuangan Tuban Lantik Pengurus Ranting Senori dan Parengan
DPC PDI Perjuangan Tuban melantik pengurus ranting Senori dan Parengan pada 19 September 2026, menekankan di...
DPRD Batu Susun SOP Pokir untuk Perkuat Ekonomi dan Inklusivitas
DPRD Kota Batu susun SOP Pokir bersama Bappelitbangda untuk transparansi, verifikasi teknis, dan perluasan f...