Kesehatan

Siloam Dorong 'Check Before You Fly' untuk Cegah Pasien ke Luar Negeri

Bagikan:
Tenaga medis dan pasien di rumah sakit Siloam

PT Siloam International Hospitals Tbk meluncurkan kampanye "check before you fly" pada 12 Mei 2026 untuk menahan aliran pasien yang mencari pengobatan ke luar negeri. Inisiatif ini sekaligus menegaskan kemampuan medis lokal dan memperluas layanan BPJS sebagai alternatif terpercaya bagi pasien.

Kampanye "check before you fly"

Presiden Direktur Siloam, David Utama, menjelaskan kampanye itu bertujuan memberi pasien opsi kedua sebelum memutuskan berobat ke luar negeri. Menurut David, banyak pasien yang berubah pikiran setelah berkonsultasi dengan dokter di Siloam.

"Ya, itu kampanyenya simpel, daripada naik pesawat terbang ke luar negeri, Siloamkan banyak. Kenapa nggak dapat 'second opinion' dulu saja? Ketemu dokter yang ahli dibidangnya untuk dicek," ujar David Utama.

David menyatakan kampanye tersebut sudah menunjukkan hasil karena beberapa pasien membatalkan rencana berobat ke luar negeri setelah konsultasi.

Layanan klinis prioritas: CONGO UN

Siloam juga menegaskan kapasitas medisnya lewat layanan terfokus yang disebut CONGO UN. Layanan ini mencakup beberapa spesialisasi penting.

  • Cardio
  • Onco
  • Neuro
  • Gastro
  • Ortho
  • Uro
  • Nephro

"Kami telah memberikan pelayanan CONGO UN. Yakni, Cardio, Onco, Neuro, Gastro, Ortho, Uro dan Nephro," ujar David.

Kolaborasi untuk alternatif tanpa operasi terbuka

Untuk memperluas akses, Siloam berkolaborasi dengan GKCI dan RSPON dalam upaya penanganan tumor otak tanpa operasi terbuka. Langkah ini dimaksudkan agar pasien tidak perlu pergi ke luar negeri untuk prosedur kompleks.

Perluasan layanan BPJS sebagai strategi

Head of Investor Relations Siloam, Elbert Hartanto, menilai memperkuat layanan BPJS menguntungkan bagi rumah sakit dan pasien. Ia menekankan mayoritas pasien BPJS lebih memprioritaskan kesembuhan daripada fasilitas kamar.

"Sebab mayoritas pasien BPJS tidak memperdulikan seperti apa ruangan atau kamarnya, mereka yang terpenting adalah kesembuhan penyakitnya," kata Elbert Hartanto.

Kinerja keuangan 2025

Siloam menyampaikan kinerja tahun buku 2025 sebagai dasar strategi korporasi ke depan. Meski menghadapi tekanan eksternal, perusahaan mencatat pertumbuhan positif di beberapa indikator utama.

Item 2025 (IDR) Growth YoY
Pendapatan IDR 12,8 triliun +5,2%
EBITDA IDR 2,8 triliun +18,3%
Laba Bersih IDR 1,1 triliun +22,5%

Prospek dan komitmen jangka panjang

Siloam menyatakan komitmen untuk terus berinvestasi pada keunggulan klinis dan teknologi lewat inisiatif Next Gen Siloam (NGS). Tujuannya ialah menurunkan kebutuhan pasien Indonesia untuk berobat di luar negeri dan meningkatkan kepercayaan terhadap tenaga kesehatan lokal.

Dengan kombinasi kampanye, kolaborasi klinis, dan penguatan layanan BPJS, Siloam berharap menumbuhkan keyakinan pasien bahwa pengobatan berkualitas dapat diperoleh di dalam negeri.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait