BMKG: Siklon Jangmi Tingkatkan Potensi Hujan di Indonesia
BMKG mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Jangmi di Laut Filipina utara pada Sabtu, 30 Mei 2026. Pergerakan siklon ini diperkirakan meningkatkan pembentukan awan hujan dan memperbesar potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia.
Deteksi dan karakteristik siklon
Prakirawan BMKG, Henokvita, menyebutkan bahwa siklon membawa angin maksimum hingga 35 knot dan memiliki tekanan udara minimum sekitar 998 hPa. BMKG memprediksi intensitas siklon akan meningkat dalam beberapa hari ke depan saat bergerak ke arah barat laut.
"Diprediksi bergerak ke arah barat laut utara. Siklon ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di beberapa wilayah,"
Wilayah yang berpotensi terdampak
Siklon Jangmi memicu terbentuknya area konvergensi dan konfluensi yang memengaruhi wilayah laut di sekitar Pasifik utara, Maluku Utara, dan Papua. Selain itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di Laut Cina Selatan dan membentuk konvergensi hingga Kepulauan Natuna.
BMKG mencatat adanya sabuk konvergensi sekunder yang membentang dari Papua hingga Jawa Tengah. Kondisi atmosfer ini mendukung pertumbuhan awan hujan yang lebih intensif.
- Potensi hujan sedang hingga lebat: Maluku Utara, Papua, sebagian Nusa Tenggara
- Potensi hujan petir: Gorontalo, Jambi, Banjarmasin, Tanjung Selor
- Berawan tebal sepanjang periode prakiraan: Jakarta, Banda Aceh, Palembang, Surabaya
Ancaman angin kencang dan imbauan
BMKG mengingatkan potensi angin kencang terutama di wilayah Nusa Tenggara Timur. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan memantau informasi resmi prakiraan cuaca.
"Potensi hujan ringan mendominasi sejumlah wilayah timur Indonesia. Gorontalo menjadi daerah yang berpotensi mengalami hujan disertai petir,"
Dampak dan langkah selanjutnya
Perpaduan siklon dan pola konvergensi dapat menyebabkan hujan berlangsung lebih lama dan intens di beberapa lokasi. Dampak yang mungkin timbul meliputi banjir lokal dan gangguan aktivitas laut.
Pemantauan terus berjalan. BMKG merekomendasikan agar instansi terkait dan masyarakat setempat menyiapkan langkah antisipasi, terutama di daerah pesisir dan dataran rendah yang rawan genangan.
Informasi prakiraan cuaca masih akan diperbarui sesuai perkembangan sistem siklon Jangmi dan pola atmosfer regional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...