Shofia Snack Kembangkan Keripik Singkong hingga Pasar Nasional
Shofia Snack milik Lies Afriani berkembang dari usaha rumahan jadi pemasok keripik singkong ke berbagai daerah di Indonesia. Pengumuman itu disampaikan pada program Ruang UMKM RRI Pro 4 Banjarmasin Senin, 27 Juli 2026. Perusahaan menekankan kualitas rasa, kebersihan, legalitas, dan pengembangan kapasitas sebagai kunci perluasan pasar.
Dari usaha rumahan ke distribusi nasional
Shofia Snack bermula sebagai usaha rumahan yang berkembang bertahap. Kini produknya sudah didistribusikan ke banyak wilayah di dalam negeri. Ekspansi ini menunjukkan peluang produk pangan lokal jika didukung kualitas dan pengelolaan yang baik.
Varian produk dan strategi inovasi
Perusahaan menawarkan tiga varian unggulan: jeruk purut manis, pedas manis, dan jeruk purut pedas. Lies menjelaskan inovasi rasa menjadi strategi utama untuk mengikuti selera konsumen. Perpaduan rasa gurih, manis, pedas, dan aroma jeruk purut menjadi ciri khas produk.
"Shofia Snack juga terus memperkuat usaha melalui legalitas dan pengembangan kapasitas,"
"Kami menjadi salah satu UMKM yang mengikuti program pendampingan pada 2023."
Jangkauan pasar
Upaya pemasaran terus dilakukan untuk memenuhi permintaan di berbagai daerah. Saat ini produk Shofia Snack telah mencapai beberapa wilayah berikut:
- Jabodetabek
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Sulawesi
- Sumatra
- Bali
- Jayapura
Perluasan jangkauan memberi peluang penjualan lebih besar namun juga menuntut konsistensi kualitas dan ketersediaan produk.
Tantangan dan arah pengembangan
Lies menegaskan pengembangan usaha tidak semata mengejar keuntungan. Fokusnya tetap pada kepuasan pelanggan, pelayanan, inovasi, dan konsistensi produksi. Langkah legalitas dan pelatihan menjadi landasan agar produk dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Penutup
Kisah Shofia Snack menjadi contoh bahwa produk makanan sederhana dari skala rumah tangga bisa menembus pasar nasional jika didukung inovasi, standar kebersihan, dan kapasitas bisnis. Dengan menjaga kualitas dan terus berinovasi, Shofia Snack berpotensi memperkuat posisi UMKM Kalimantan Selatan di kancah nasional.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...