Modal Kecil, Soto & Sop Jakarta Bang Bento Demang Digemari
Soto dan Sop Jakarta Bang Bento di Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, semakin ramai dikunjungi meski bermodal kecil. Pemiliknya, M. Affandi Syafri alias Wak Pet, menceritakan perjalanan usaha itu saat menjadi narasumber Dialog Teras UMKM "Lokak Kito" di RRI Pro 4 Palembang, Kamis, 30 Juli 2026.
Awal usaha: belajar dari pengalaman
Wak Pet mengatakan bisnisnya tidak dimulai dengan investasi besar. Ia awalnya membantu adiknya yang membuka usaha Soto Jakarta, sehingga belajar memasak, melayani pelanggan, dan mengelola usaha secara langsung. Pengalaman praktik itu menjadi pondasi sebelum membuka gerai sendiri.
"Saya awalnya hanya membantu sang adik yang lebih dahulu membuka usaha Soto Jakarta,"
Dukungan donatur dan model bagi hasil
Peluang terbuka ketika seorang teman yang menjadi donatur menawarkan lokasi usaha baru di kawasan Demang. Model kerjasama berupa bagi hasil memungkinkan Wak Pet memulai tanpa menanggung seluruh biaya awal. Donatur menyediakan tempat, peralatan, dan modal, sedangkan Wak Pet membawa dandang dan kompor miliknya.
Alhamdulillah, saya hanya membawa dandang dan kompor. Selebihnya dibantu oleh teman yang menjadi donatur. Dari situlah usaha ini mulai berjalan.
Lokasi strategis dan penerimaan pelanggan
Warung Bang Bento berlokasi di depan kantor PLN dan di samping Pizza Hut Demang. Posisi ini membantu menarik pelanggan dari berbagai wilayah Kota Palembang. Selain lokasi, konsistensi cita rasa juga disebut Wak Pet sebagai faktor utama yang mempertahankan pengunjung.
Seiring waktu, reputasi tempat makan ini meningkat sehingga menjadi salah satu pilihan untuk menikmati hidangan khas Jakarta di Palembang.
Pesan untuk pelaku UMKM
Wak Pet menegaskan keberhasilan usaha bukan semata soal modal besar. Faktor seperti kemauan belajar, kerja keras, dan menjaga kepercayaan pemberi dukungan dinilai sama pentingnya. Ia berharap kisahnya menjadi motivasi bagi pelaku UMKM lain untuk terus berupaya meski kondisi modal terbatas.
"Yang terpenting adalah menjaga amanah, terus berusaha, dan memberikan yang terbaik kepada pelanggan," tutupnya.
Dengan model kemitraan yang tepat dan komitmen menjaga kualitas, usaha kuliner kecil seperti Bang Bento menunjukkan bahwa peluang tumbuh terbuka luas. Ke depannya, keberlanjutan usaha akan bergantung pada kemampuan menjaga rasa, layanan, dan kepercayaan mitra maupun pelanggan.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...