Pemkab Samosir Terima Aset WFC Pangururan Rp169 Miliar
PANGURURAN — Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Utara menyerahkan aset penataan Kawasan Water Front City (WFC) Pangururan dan Kawasan Tele kepada Pemerintah Kabupaten Samosir pada Selasa (15/09). Penyerahan mencakup jalan, irigasi, dan jaringan senilai lebih dari Rp169 miliar.
Penyerahan aset dan nilai proyek
Serah terima ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Hibah Barang Milik Negara (BMN) oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dan Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Utara, Yenni Mulyadi, di Food Court WFC Pangururan.
Pekerjaan penataan kawasan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum pada 2021–2022, lalu dilanjutkan dengan optimalisasi pada 2024. Dengan berlalunya proses ini, aset secara resmi berpindah ke pengelolaan Pemerintah Kabupaten Samosir.
Dampak bagi pariwisata dan ekonomi lokal
Bupati Vandiko menyatakan bahwa penataan WFC dan Kawasan Tele telah mengubah wajah Kabupaten Samosir. Ia menilai pembangunan memberi dampak positif untuk pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.
"Setelah sekian lama, apa yang kita programkan dalam pembangunan ini akhirnya sampai pada tahap dapat dihibahkan. Ini semua karena kita bersinergi dengan baik,"
Vandiko menambahkan bahwa meski terdapat kendala, termasuk persoalan lahan, sinergi antarinstansi memungkinkan penyelesaian proyek.
Tanggung jawab pengelolaan dan pemeliharaan
Dengan diserahkannya aset, Pemkab Samosir berkewajiban mengelola, merawat, dan mengembangkan fasilitas tersebut secara berkelanjutan. Bupati meminta perangkat daerah segera menyusun langkah-langkah pengelolaan dan pemeliharaan agar aset dapat dimanfaatkan optimal.
"Kami memahami bahwa selain meminta pembangunan, kami juga harus mampu merawat dan mengembangkan apa yang sudah dibangun untuk kemajuan masyarakat Samosir,"
Usulan air baku dan dukungan Kementerian PU
Dalam kesempatan yang sama, Bupati mengusulkan penyediaan air baku bagi masyarakat Samosir yang saat ini sedang disusun dalam dokumen perencanaan DID. Ia berharap ada perhatian dan pendampingan dari Kementerian PU dalam proses perencanaan dan desain agar sesuai spesifikasi pusat.
Kepala Balai Yenni Mulyadi menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pembangunan dan penyerahan aset. Ia berharap aset yang diserahkan dapat dikelola dengan baik dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
"Kami bangga karena apa yang sudah dibangun dapat memberikan manfaat dengan baik. Ini menjadi catatan positif bagi kita untuk terus menjalin kerja sama dalam pembangunan,"
Penyerahan hibah ini menjadi langkah penting dalam keberlanjutan pengelolaan kawasan strategis di Samosir. Ke depan, Pemkab memiliki tanggung jawab memastikan aset tersebut mendukung pengembangan pariwisata dan peningkatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
DPM Goes to Campus: Mahasiswa USU Pelajari Pertambangan Bawah Tanah
Sekitar 160 mahasiswa USU mengikuti DPM Goes to Campus untuk mempelajari praktik pertambangan bawah tanah ya...
Sekda Aceh Besar Sambut SMSI, Dorong Sinergi Media dan Pemerintah
Sekda Aceh Besar sambut SMSI Aceh Besar untuk perkuat sinergi komunikasi dan penyebaran informasi pembanguna...
Bupati Batubara Hadiri Workshop Penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan
Bupati Batubara hadiri workshop di BPK Sumut (15/9) untuk optimalkan penyelesaian tuntutan perbendaharaan da...
Bupati Batubara Terima Audiensi KSBSI, Bahas Kesejahteraan Pekerja
Bupati Batubara terima audiensi KSBSI Sumut di Lima Puluh, Rabu (16/9), untuk membahas kesejahteraan dan per...
Clipping Aneurisma Perdana di RSU Haji Medan Dibantu RSUP Adam Malik
RSUP Adam Malik mendampingi operasi clipping aneurisma perdana di RSU Haji Medan pada 15 Agustus 2026 melalu...
BPJS Perkuat Mutu Layanan JKN, Cakupan Capai 284,3 Juta
BPJS Kesehatan perkuat mutu layanan JKN; cakupan capai 284,3 juta jiwa dan dana layanan Rp1.279,8 triliun di...