Semeru Meletus Lagi, Kolom Abu 700 m saat Status Siaga
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali meletus pada Minggu pagi, 13 September 2026. Erupsi menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncak. PVMBG mencatat kejadian itu terekam seismik dan menegaskan status vulkanik masih Level III (Siaga), sehingga warga diminta meningkatkan kewaspadaan.
Detil erupsi
PVMBG melaporkan erupsi terjadi pada pukul 07.48 WIB dan terekam oleh alat pemantauan. Rekaman seismik menunjukkan amplitudo maksimum 23 milimeter dengan durasi sekitar 126 detik.
Kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Arah pergerakan material abu teramati mengarah ke utara dari puncak Gunung Semeru.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 126 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian.
Zona larangan dan imbauan PVMBG
Dengan status Level III (Siaga), PVMBG menetapkan sejumlah pembatasan kegiatan untuk mengurangi risiko. Warga dilarang memasuki wilayah tertentu dan harus mematuhi batas aman yang ditetapkan otoritas.
- Larangan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak/pusat erupsi.
- Larangan juga diberlakukan di luar radius tersebut pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai sepanjang Besuk Kobokan.
PVMBG menekankan larangan tambahan untuk daerah yang berisiko terdampak lahar atau awan panas, terutama sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Risiko dan potensi bahaya
Ancaman utama yang diingatkan PVMBG meliputi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar yang mengikuti sungai dan lembah. Potensi bahaya dapat menjangkau hingga sekitar 17 kilometer dari puncak gunung.
"Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar," bunyi imbauan PVMBG.
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
Pemantauan dan kondisi terkini
Hingga laporan ini disusun belum ada informasi korban atau kerusakan akibat erupsi pada pagi itu. PVMBG terus memantau aktivitas Semeru dan berjanji menyampaikan pembaruan berdasarkan hasil observasi lapangan.
Warga yang tinggal dan beraktivitas di zona rawan diminta mematuhi seluruh ketentuan keselamatan demi mengurangi risiko bencana.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Brimob Jateng Salurkan 485 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Kekeringan
Brimob Polda Jateng menyalurkan 485.000 liter air bersih kepada 2.950 warga terdampak kekeringan pada 5 dan...
Wamensos: Sekolah Rakyat Harus Dikawal Ketat sebagai Program Nasional
Wamensos Agus Jabo minta Sekolah Rakyat dikawal ketat dan diawasi sejak hulu hingga hilir agar manfaat progr...
Kemensos Dukung Perluasan Perlinsos Digital ke 258 Daerah
Kemensos dukung perluasan uji coba Perlinsos Digital ke 258 daerah untuk mempercepat dan menepatkan penyalur...
Bapanas Tindaklanjuti Dugaan Pungutan pada Penyaluran Bantuan Beras
Bapanas akan menindaklanjuti dugaan pungutan pada penyaluran bantuan beras dan meminta bantuan diterima KPM...
Misteri Wartawan Hilang di Selat Sunda: Jeriken Ditemukan Hari Kelima
Basarnas menemukan jeriken biru pada hari kelima pencarian di Selat Sunda, namun belum dipastikan berhubunga...
Empat Peringatan pada 13 September 2026: Programmer, Cokelat, Kakek-Nenek, dan Berpikir Positif
13 September 2026 menandai empat peringatan: Hari Programmer, Hari Cokelat Internasional, Hari Kakek dan Nen...