Nasional

Empat Peringatan pada 13 September 2026: Programmer, Cokelat, Kakek-Nenek, dan Berpikir Positif

Bagikan:
Ilustrasi empat peringatan yang jatuh pada 13 September 2026

13 September 2026 menjadi hari peringatan untuk empat momen internasional yang beragam, mulai dari profesi teknologi hingga budaya dan kesehatan mental. Peringatan ini diperingati di beberapa negara untuk menghargai kontribusi programmer, menikmati cokelat, merayakan kakek dan nenek, serta mendorong pola pikir positif.

Berikut ringkasan keempat peringatan yang jatuh pada tanggal tersebut.

  1. Hari Programmer
  2. Hari Cokelat Internasional
  3. Hari Kakek dan Nenek
  4. Hari Berpikir Positif

Hari Programmer: Sejarah dan Peran

Hari Programmer diperingati setiap 13 September untuk mengapresiasi kontribusi pengembang perangkat lunak. Ide awal muncul pada 2002 oleh programmer Rusia Valentin Balt dan Michael Cherviakov.

Peringatan itu mendapat pengakuan resmi pemerintah Rusia pada 11 September 2009, saat Presiden Dmitry Medvedev menandatangani aturan penghormatan tersebut. Meski demikian, beberapa negara memilih tanggal lain, seperti China yang merayakan pada 24 Oktober karena "10/24" melambangkan angka 1024 yang penting dalam komputasi.

Peran programmer kini meluas ke sektor transportasi, kesehatan, pendidikan, keuangan, otomotif, dan telekomunikasi. Mereka juga mendukung keamanan, hiburan, dan inovasi teknologi.

Hari Cokelat Internasional: Dari Mesoamerika ke Dunia

Hari Cokelat Internasional diperingati setiap 13 September untuk merayakan salah satu makanan populer dunia. Sejarahnya berawal dari Mesoamerika, dengan istilah chocolatl dan xocoatl yang merujuk pada minuman kakao pada masa itu.

Sekitar 4.000 tahun lalu, masyarakat Olmek mulai mengolah biji kakao. Selanjutnya, Maya dan Aztek menggunakan cokelat dalam ritual, transaksi, dan sebagai minuman bernilai tinggi. Pada abad ke-16, kakao dibawa ke Spanyol oleh penjelajah Hernán Cortés dan menyebar ke Eropa.

Inovasi penting terjadi pada 1828 ketika ahli kimia Belanda Van Houten mengembangkan mesin pengepres cokelat yang menghasilkan bubuk kakao. Sejak itu, produksi cokelat meluas; saat ini kakao ditanam di lebih dari 50 negara dengan produksi tahunan sekitar 4,7 juta ton.

Hari Kakek dan Nenek: Asal Usul dan Makna

Di Amerika Serikat, Hari Kakek dan Nenek diperingati setiap Minggu pertama setelah Hari Buruh, yang pada 2026 bertepatan dengan 13 September. Peringatan ini menghargai peran lansia dalam keluarga dan mendorong interaksi antargenerasi.

Gagasan awal muncul pada 1969 ketika Russell Capper, berusia sembilan tahun, menulis surat kepada Presiden Richard Nixon. Balasan dari staf presiden pada 12 Juni 1969 menyebutkan perlunya persetujuan Kongres. Tokoh aktivis Marian McQuade kemudian mendorong pengakuan nasional.

Pada 1977 senator mengajukan resolusi, dan Presiden Jimmy Carter menandatangani proklamasi pada 3 Agustus 1978. Hari Kakek dan Nenek pun mulai diperingati secara nasional pada tahun berikutnya.

Hari Berpikir Positif: Tujuan dan Manfaat

Hari Berpikir Positif diperingati setiap 13 September di Amerika Serikat untuk mendorong sikap optimistis. Inisiatif ini dimulai pada 2003 dari gagasan seorang pengusaha yang ingin menyediakan satu hari khusus bagi pembentukan pola pikir positif.

Sejumlah penelitian mengaitkan pola pikir optimis dengan kesejahteraan emosional, penurunan stres, dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Sikap positif juga disebut berkontribusi pada umur panjang dan kemampuan tubuh melawan penyakit ringan.

Langkah praktis membangunnya meliputi menyadari pikiran negatif, mencoba menafsirkan tantangan secara berbeda, berdiskusi dengan teman, serta merayakan kemenangan kecil setiap hari.

Keempat peringatan pada 13 September menyorot kontribusi profesional, warisan budaya, nilai keluarga, dan kesehatan mental. Masyarakat dapat merayakannya sesuai konteks masing-masing, seperti mengapresiasi pekerja teknologi, menikmati cokelat, mengunjungi kakek-nenek, atau melatih sikap optimis.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait