BMKG: Hujan Petir Berpotensi di Tanjung Selor dan Beberapa Kota
BMKG memprakirakan potensi hujan petir di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, serta hujan ringan dan cuaca berawan di sejumlah kota pada Kamis, 10 September 2026. Prakiraan juga mencatat potensi udara kabur, asap, dan kabut yang dapat menurunkan jarak pandang.
Ringkasan prakiraan wilayah barat
Prakirawan BMKG, Yuyun, menyampaikan beberapa wilayah di Indonesia bagian barat berpeluang mengalami hujan ringan hingga berawan tebal. Hujan petir khususnya berpotensi terjadi di Tanjung Selor.
"Hujan ringan berpotensi terjadi di Medan (Sumatra Utara), Pekanbaru (Riau), Padang (Sumatra Barat), Jambi, Bengkulu, Palembang (Sumatera Selatan). Lalu, Pangkal Pinang (Kepulauan Bangka Belitung), Jakarta dan Bandung (Jawa Barat)," kata Yuyun melalui video prakiraan cuaca.
Selain hujan, beberapa kota diprakirakan berawan tebal, yang dapat mengubah intensitas hujan dan jarak pandang secara lokal.
Perhatian: udara kabur, asap, dan kabut
BMKG mencatat penurunan jarak pandang di beberapa lokasi akibat kondisi udara. Titik-titik yang disebut berisiko antara lain Bandar Lampung, Palangka Raya, dan Samarinda.
"Terdapat juga potensi udara kabur di Bandar Lampung (Lampung), Palangka Raya (Kalimantan Tengah), dan Samarinda (Kalimantan Timur). Serta potensi asap atau kabut di Pontianak (Kalimantan Barat), dan Banjarmasin (Kalimantan Selatan)," ujar Yuyun.
Pengaruh udara kabur atau asap dapat mengganggu transportasi dan aktivitas luar ruang jika jarak pandang turun signifikan.
Prakiraan wilayah timur
Untuk kawasan Indonesia bagian timur, BMKG memperkirakan hujan ringan di sejumlah kota seperti Mamuju, Palu, Manokwari, Nabire, dan Jayapura.
- Hujan ringan: Mamuju, Palu, Manokwari, Nabire, Jayapura
- Cerah berawan hingga berawan tebal: Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar
- Cerah berawan juga diperkirakan di Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Jayawijaya, Merauke
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mengandalkan satu kali prakiraan ketika hendak beraktivitas di luar rumah. Perubahan cuaca dapat terjadi cepat sehingga pembaruan berkala diperlukan.
"Pastikan untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui website bmkg.go.id dan media sosial kami di @info.bmkg," ujar Yuyun.
Ikuti selalu informasi resmi BMKG sebagai acuan untuk mengantisipasi perubahan cuaca dan potensi gangguan jarak pandang.
Catatan: Informasi di atas merupakan rangkuman prakiraan untuk 10 September 2026. Pembaruan selanjutnya dapat mengubah detail daerah terdampak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tolak Didikte, Perkuat Kemandirian
Presiden Prabowo di KTT BRICS 2026 tegaskan Indonesia menolak didikte dan prioritaskan kemandirian, terutama...
Prabowo Apresiasi Sambutan PM Modi di KTT ke-18 BRICS
Presiden Prabowo memberi apresiasi atas sambutan hangat PM Narendra Modi pada sesi terbatas KTT ke-18 BRICS...
PKP Wajibkan Penerima Bedah Rumah Tinggal Minimal 3 Tahun
Kementerian PKP mewajibkan penerima Program Bedah Rumah menempati rumah minimal tiga tahun untuk mencegah pe...
Prabowo: Ketahanan Pangan Kunci Kemandirian Bangsa
Presiden Prabowo tekankan ketahanan pangan sebagai fondasi kemandirian dan kesejahteraan saat sesi KTT BRICS...
Hari Kelima Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Jeriken
Tim SAR memperluas pencarian hari kelima di Selat Sunda; menemukan jeriken minyak, namun delapan orang masih...
Semester I 2026: Ekspor Produk Perikanan Capai US$3 Miliar
Ekspor produk perikanan Indonesia semester I 2026 mencapai 566,25 ribu ton senilai sekitar US$3 miliar atau...