Kemensos Dukung Perluasan Perlinsos Digital ke 258 Daerah
Kementerian Sosial (Kemensos) mendukung perluasan uji coba Perlinsos Digital ke 258 kabupaten dan kota sebagai persiapan penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran menjelang penerapan nasional 2027. Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam Rapat Koordinasi Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.
Perluasan uji coba dan capaian awal
Uji coba Perlinsos Digital sebelumnya dilaksanakan di 43 kabupaten dan kota. Dengan perluasan, saat ini lebih dari 4,3 juta keluarga telah mendaftar pada 258 wilayah uji coba. Pemerintah menilai pengujian skala lebih luas penting untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional sebelum implementasi nasional.
| Aspek | Angka |
|---|---|
| Daerah uji coba (sebelumnya) | 43 kabupaten/kota |
| Daerah uji coba (diperluas) | 258 kabupaten/kota |
| Keluarga terdaftar | Lebih dari 4,3 juta |
| Percepatan proses | Dari 75–200 hari jadi hitungan menit |
| Respons publik | Lebih dari 70% positif |
Tantangan: data dan mekanisme distribusi
Agus menekankan bahwa kesiapan data menjadi faktor kunci. Ia menyebutkan masih ada masalah transisi data yang menghasilkan inclusion error dan exclusion error, sehingga akurasi sasaran bansos perlu ditingkatkan.
- Inclusion error: masyarakat yang tidak berhak menerima bantuan justru mendapatkannya.
- Exclusion error: masyarakat yang berhak tidak menerima bantuan.
"Kemensos sangat mendukung implementasi rencana perlinsos digital untuk penyaluran bansos tahun 2027. Yang dibutuhkan untuk mempercepat proses distribusi melalui perlinsos ini, yang pertama adalah data,"
"Yang dibutuhkan pertama kali untuk implementasi perlinsos ini adalah data. Data yang kedua adalah distribusi,"
Kemensos bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik untuk memutakhirkan data penerima. Selain itu, penguatan mekanisme distribusi juga diprioritaskan agar penyaluran tidak lagi memakan waktu berbulan-bulan.
Respons publik dan pendampingan masyarakat
Hasil evaluasi uji coba menunjukkan lebih dari 70% responden memberi tanggapan positif terhadap layanan digital. Proses yang sebelumnya memakan 75–200 hari dilaporkan dapat disingkat menjadi hitungan menit pada beberapa alur administratif.
Pemerintah juga mengembangkan Gerakan Perlinsos Peduli Tetangga. Dalam gerakan ini, pemilik Identitas Kependudukan Digital dapat bertindak sebagai Agen Perlinsos untuk membantu keluarga yang belum bisa mendaftar mandiri.
Target nasional dan langkah berikutnya
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah menargetkan perluasan Perlinsos Digital secara nasional pada pekan ketiga Oktober. Sebelum itu, pemerintah fokus pada pengujian interoperabilitas data, penguatan distribusi, dan mekanisme pendampingan bagi masyarakat di daerah uji coba.
Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk memastikan ketika Perlinsos Digital diterapkan lebih luas, penyaluran bansos berlangsung cepat, tepat sasaran, dan inklusif untuk warga yang membutuhkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...