KAMMI Desak Transparansi Seleksi KPID Sumut, Minta Ketua Komisi Dicopot
MEDAN — Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Sumatera Utara menggelar unjuk rasa di Gedung DPRD Sumut pada Senin, 21 September 2026. Massa menuntut agar proses seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut 2026-2029 dibuka secara terang-benderang, Ketua Komisi A Usman Jakfar dicopot dari jabatan, dan agar penggunaan anggaran DPRD diperiksa oleh KPK serta Kejati Sumut.
Alasan aksi dan tuntutan
Massa menilai ada masalah prosedural dan potensi konflik kepentingan dalam proses seleksi KPID yang perlu dijelaskan ke publik. Mereka menuntut dokumen dan mekanisme seleksi dibuka serta verifikasi afiliasi politik calon dilakukan secara administratif dan faktual.
- Membuka dokumen dasar dan mekanisme seleksi KPID
- Mencopot Ketua Komisi A DPRD Sumut
- Mendesak KPK dan Kejati Sumut memeriksa penggunaan anggaran DPRD
- Meninjau ulang hasil seleksi bila ditemukan pelanggaran prosedur
Kronologi seleksi yang dipersoalkan
Permasalahan muncul setelah rapat pleno Komisi A DPRD Sumut pada 15 September 2026 yang menetapkan tujuh anggota KPID terpilih. Rapat tersebut dipimpin oleh Usman Jakfar dan salah satu nama yang lolos adalah Muhammad Yusron dengan perolehan 15 suara.
PW KAMMI menunjuk berbagai pemberitaan yang menyinggung dugaan keterkaitan Yusron dengan partai politik sebagai pemicu kekhawatiran soal independensi lembaga penyiaran daerah.
Desakan verifikasi dan transparansi
Koordinator Aksi PW KAMMI Sumut, Aqso Anshari, menegaskan publik berhak mengetahui detail proses verifikasi calon, termasuk bukti atau bantahan soal afiliasi politik.
Kami datang ke DPRD Sumatera Utara bukan untuk menyerang pribadi siapapun. Kami mempertanyakan prosesnya. KPID adalah lembaga publik yang membutuhkan independensi
Aqso meminta DPRD menjelaskan bagaimana syarat integritas, rekam jejak, pengalaman di bidang penyiaran, serta sifat independen dan nonpartisan diverifikasi terhadap seluruh calon.
Respons DPRD dan tuntutan terkait pimpinan
Massa juga menyampaikan kekecewaan terhadap Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti, yang dinilai tidak membuka ruang dialog dengan pengunjuk rasa. Ketua PW KAMMI Sumut, Irham Sadani Rambe, mengatakan upaya komunikasi yang dilakukan tidak mendapat respons yang memadai.
Kami datang ke rumah rakyat, Gedung DPRD Sumatera Utara, membawa aspirasi masyarakat. Tetapi ketika pimpinan lembaga tidak membuka ruang dialog, bahkan komunikasi melalui WhatsApp diblokir, tentu kami mempertanyakan sikap tersebut
Irham menilai ketidakmampuan pimpinan DPRD dalam mengakomodasi aspirasi publik perlu dievaluasi demi fungsi representasi rakyat.
Penutup: tuntutan tindak lanjut
PW KAMMI menegaskan pengisian KPID Sumut harus bebas dari kepentingan politik praktis dan meminta DPRD menindaklanjuti semua keberatan publik serta meninjau ulang hasil seleksi jika ditemukan pelanggaran prosedur atau ketidaksesuaian persyaratan. Mereka menuntut bukti verifikasi disampaikan ke publik agar lembaga penyiaran daerah benar-benar melayani kepentingan publik.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Banjir Bandang Tutup Akses Dusun di Samosir, 3 Rumah Rusak
Banjir bandang di Dusun I Sitobu, Simanindo (26/9) menutup akses dan merusak tiga rumah; warga dievakuasi, p...
Telkomsel Ajak Pelanggan IndiHome Nobar Gratis di Medan
Telkomsel menggelar nobar gratis untuk 200 pelanggan IndiHome di Medan pada 26 September, menyediakan tiket...
Realisasi TKD Aceh Capai 30,16% hingga 25 September 2026
Realisasi TKD Aceh 2026 mencapai 30,16% (Rp498,25 miliar) per 25 Sept; serapan mingguan naik Rp41,16 miliar...
Basemen Pasar Petisah Medan Terendam, Pedagang Keluhkan Bau
Basemen Pasar Petisah Medan tergenang mata kaki pada 27/9, diduga karena mesin penyedot air bermasalah; peda...
Polsek Siantar Selatan Tangani Video Bullying di SMPN 12 Pematangsiantar
Polsek Siantar Selatan menindaklanjuti video bullying di SMPN 12 Pematangsiantar; korban dirawat, pelaku sko...
Beras Bansos di Pulo Padang Dinilai Tepat Sasaran
Penyaluran 1.266 paket beras bansos di Pulo Padang berlangsung tertib dan sesuai data verifikasi, kata Lurah...