Sekolah Rakyat Aceh Besar: Asrama untuk Tekan Angka Kemiskinan
Aceh Besar meluncurkan Sekolah Rakyat bermodel asrama sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini ditargetkan membantu anak dari keluarga kurang mampu dengan menanggung seluruh kebutuhan peserta dan penerapan kurikulum berbasis asrama.
Tujuan dan latar belakang
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati, menjelaskan Sekolah Rakyat dirancang untuk menjawab persoalan anak putus sekolah akibat kendala ekonomi dan akses. Pernyataan itu disampaikan pada kunjungan ke SRMA 1 Aceh Besar, UPT Sentra Darussa'adah, Kecamatan Darul Imarah, pada Jumat 19 Juni.
Ia mencatat angka kemiskinan di Aceh Besar masih sekitar 11 persen. Pemerintah daerah memandang pendidikan sebagai kunci utama untuk menekan angka tersebut ke bawah satu digit.
Model pendidikan dan layanan
Sekolah Rakyat menerapkan sistem boarding school dengan pendekatan yang berbeda dari sekolah formal biasa. Program ini menargetkan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, serta menyediakan pembinaan intensif melalui asrama.
Semua kebutuhan peserta didik ditanggung pemerintah, termasuk seragam, makan, tempat tinggal, dan kebutuhan pendidikan lainnya. Tujuannya menghapus hambatan ekonomi yang umum menjadi penyebab putus sekolah.
Selama ini masih ada anak-anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi maupun keterbatasan akses. Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi konkret untuk memastikan mereka tetap mendapatkan hak pendidikan.
Tidak ada lagi alasan untuk tidak sekolah. Semua sudah difasilitasi oleh negara. Tinggal bagaimana anak-anak ini memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya.
Seleksi dan pendampingan keluarga
Dinas Sosial Aceh Besar menegaskan proses seleksi dilakukan ketat dan transparan. Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Nuraida, menyatakan verifikasi lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan peserta berasal dari keluarga desil 1 dan 2.
Peserta harus berasal dari keluarga desil 1 dan 2. Pendamping sosial turun langsung ke rumah untuk memastikan kondisi ekonomi, sekaligus melihat komitmen keluarga dan anak untuk melanjutkan pendidikan.
Seleksi juga melibatkan penilaian mendalam agar bantuan tepat sasaran. Selain menyekolahkan anak, program diintegrasikan dengan pemberdayaan ekonomi keluarga sehingga dampak terasa bagi seluruh rumah tangga.
Kami tidak hanya menyekolahkan anak, tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga melalui program pendampingan. Intervensinya menyeluruh agar benar-benar mampu memutus rantai kemiskinan.
Persiapan operasional dan target awal
Kepala SRMA 1 Aceh Besar, Ilza Satriadi, menyampaikan pihak sekolah sudah mempersiapkan fasilitas menyambut tahun ajaran baru. Angkatan pertama berjumlah 60 siswa dan dijadwalkan memulai pendidikan pada Juli 2026.
Sementara fasilitas permanen masih dibangun dan saat ini progresnya sekitar 75 persen. Untuk sementara kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di fasilitas SMA 2 Kuta Blang sebelum pindah ke lokasi permanen.
Pembangunan lokasi permanen saat ini sudah mencapai sekitar 75 persen. Kami optimistis fasilitas utama seperti ruang kelas dan asrama segera dapat digunakan.
Tidak hanya akademik, tetapi juga life skill. Ini yang menjadi kekuatan Sekolah Rakyat.
Dampak dan prospek
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap Sekolah Rakyat tidak hanya meningkatkan capaian pendidikan, tetapi juga menghasilkan lulusan yang dapat melanjutkan ke perguruan tinggi dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Sekolah Rakyat bukan hanya tentang pendidikan, tetapi tentang harapan baru bagi anak-anak Aceh Besar untuk masa depan yang lebih baik.
Dengan pendekatan komprehensif dan dukungan lintas sektor, program ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di daerah lain serta menjadi fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DP3APM Copot 5 Kepling, 2 Lainnya Tunggu Keputusan Ombudsman
DP3APM Tebingtinggi mencopot 5 kepling pada 1 Oktober; dua lainnya menunggu keputusan Ombudsman setelah meng...
Eksekutor Pembakar Mobil Sukur Rambe Ditahan, Polisi Diminta Ungkap Dalang
Tersangka DH ditahan usai mengaku membakar mobil Sukur Rambe atas perintah RPJ; polisi didesak menuntaskan p...
LSM Tuding Gudang di Medan Labuhan Menimbun Solar Subsidi Ilegal
LSM Social Justice laporkan dugaan penimbunan solar subsidi di gudang Medan Labuhan; minta polisi segera ber...
Kemendagri Dinilai Lemah soal Pergeseran Anggaran Rp503 Miliar Deliserdang
Klaim Kemendagri soal pergeseran anggaran Rp503 miliar Deliserdang disorot, disertai kabar keluarga tersangk...
BKSDA Aceh: Pembabatan Sawit di Trumon Masuk Kawasan Konservasi
BKSDA Aceh menyatakan pembabatan sawit di Trumon berada dalam Suaka Margasatwa Rawa Singkil; warga dan PeTA...
BPJN Aceh Rampungkan Rekonstruksi Jalan Kedai Runding–Paya Laba
BPJN Aceh menyelesaikan rekonstruksi ruas Kedai Runding–Paya Laba sepanjang sekitar 3 km untuk memperlancar...