Pemerintah Targetkan 256 Sekolah Rakyat Beroperasi 2027
Pemerintah menargetkan 256 Sekolah Rakyat beroperasi tahun depan (2027), sebagai bagian dari upaya mengembalikan akses pendidikan bagi anak yang tidak bersekolah dan putus sekolah. Pengumuman ini disampaikan saat peresmian Sekolah Rakyat rintisan di Curug, Tangerang, pada 8 Agustus 2026.
Target nasional dan capaian sementara
Pemerintah melaporkan adanya pembangunan dan pengoperasian Sekolah Rakyat secara bertahap. Saat ini tercatat 165 gedung yang sudah ada pada 2025, dan pemerintah menambah 100 gedung baru pada 2026. Dengan demikian, target keseluruhan disebut mencapai antara 256 hingga 265 sekolah yang akan siap beroperasi permanen.
“Tahun lalu ada 165 Sekolah Rakyat, kemudian tahun ini ditambah 100 gedung baru. Semuanya disiapkan agar beroperasi penuh secara permanen,”
Siapa yang diuntungkan dan kapasitas program
Program ini diproyeksikan menampung lebih dari 150 ribu anak ketika seluruh gedung permanen selesai. Hingga kini, lebih dari 43 ribu anak yang sebelumnya tidak bersekolah telah mendapatkan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.
“Target Bapak Presiden, setiap kabupaten dan kota memiliki minimal satu gedung permanen Sekolah Rakyat dengan daya tampung lebih dari 2.000 siswa,”
Prioritas lokasi dan layanan pendukung
Pembangunan diprioritaskan di wilayah dengan angka anak tidak sekolah tinggi, termasuk kawasan Jakarta dan Banten. Selain ruang kelas, program menyediakan asrama, makanan, layanan kesehatan, dan perlengkapan pendidikan untuk peserta didik.
Di Provinsi Banten, disebutkan ada dua gedung permanen yang disiapkan dan enam sekolah rintisan. Model rintisan memungkinkan anak-anak mulai belajar sambil menunggu gedung permanen rampung.
Jadwal operasional dan rencana selanjutnya
Beberapa gedung rencananya mulai beroperasi pada akhir Agustus 2026. Pemerintah memperkirakan puluhan gedung permanen tambahan akan selesai setelah peringatan HUT Ke-81 RI.
“Ini menindaklanjuti arahan Bapak Presiden untuk menambah penyelenggaraan sekolah rintisan di Jakarta dan sekitarnya. Salah satu tempatnya adalah di gedung ini milik Kementerian Perhubungan yang sehari-hari digunakan sebagai tempat pembelajaran Politeknik Penerbangan Indonesia,”
Implikasi dan prospek
Dengan target satu gedung permanen per kabupaten/kota, program Sekolah Rakyat berpotensi memperluas akses pendidikan dasar bagi kelompok rentan. Keberhasilan bergantung pada percepatan pembangunan gedung, penyediaan fasilitas pendukung, serta kesinambungan operasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo Teken Buku Bahlil, Bahlil Goda Cak Imin di Acara Peluncuran
Presiden Prabowo menghadiri dan menandatangani buku Bahlil di peluncuran 7 Agustus 2026; Bahlil berseloroh m...
BGN Aktifkan 114 Dapur MBG di Wilayah Prioritas Pekan Depan
BGN akan mengaktifkan 114 dapur MBG pekan depan untuk wilayah stunting tinggi dan daerah 3T; penentuan lokas...
Puan Minta Nakes Kedepankan Empati pada Pasien BPJS
Puan Maharani minta tenaga kesehatan kedepankan empati dan dorong evaluasi layanan setelah kasus pasien BPJS...
BGN Buka 3 Jalur Pengaduan untuk Program MBG
BGN membuka tiga PO Box pengaduan untuk memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis dan mempercepat t...
BGN Bahas Teknologi Pendeteksi Makanan Basi Bersama BRIN
BGN akan membahas teknologi pendeteksi makanan basi bersama BRIN pekan depan untuk memperkuat keamanan panga...
Kemenhut Tutup Pendakian Gunung Gede Pangrango Pascakebakaran
Kemenhut menutup sementara jalur pendakian Gunung Gede Pangrango 7–11 Agustus 2026 setelah kebakaran lahan d...