Tari Sekar Klayar Buka Pelantikan PAC PDI Perjuangan Pacitan
Tari Sekar Klayar tampil memukau sebagai pembuka pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Pacitan, Rabu (20/5/2026).
PACITAN — Suara gamelan mengawali acara pelantikan Pengurus Anak Cabang PDI Perjuangan se-Kabupaten Pacitan di halaman kantor DPC setempat, Rabu pagi. Penari dari Sanggar Gage Penariku melangkah perlahan mengenakan busana tradisional, menghadirkan suasana pesisir yang tenang namun berkarakter.
Pembukaan acara dan suasana pertunjukan
Tari Sekar Klayar dipilih sebagai pembuka rangkaian acara. Gerakan tangan lembut dan langkah yang terkendali selaras dengan irama gamelan. Beberapa tamu mengabadikan momen itu lewat telepon genggam sebelum tepuk tangan bergemuruh saat klimaks musik.
Makna dan filosofi tari
Tari ini memuat filosofi perempuan pesisir Pacitan. Nama Sekar Klayar merujuk pada Pantai Klayar, salah satu ikon wisata Kabupaten Pacitan. Dalam koreografi, pantai diterjemahkan sebagai sosok perempuan muda yang lembut seperti angin laut namun kokoh seperti karang.
"Tari ini menggambarkan kecantikan gadis yang ada di Desa Klayar, terutama di Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan,"
kata Wiwin, pendamping sanggar. Gerakan yang tampil mengombinasikan kelembutan dan ketegasan melalui pola tasikan, ulap-ulap, perpindahan, hingga seblak sampur yang dimainkan dengan tempo tenang namun dinamis.
Detail busana dan aksesoris
Keindahan pertunjukan juga terletak pada detail kostum. Rambut penari disanggul rapi dengan hiasan cunduk mentul yang bergerak mengikuti gerakan kepala. Aroma melati disematkan di sanggul untuk menambah nuansa tradisional.
- Sanggul dan cunduk mentul
- Sirkam dan ronsumping
- Giwang, kalung, gelang, dan kelat bahu
- Hiasan melati
Perpaduan busana dan properti ini menegaskan karakter perempuan Jawa pesisir yang diusung tari tersebut.
Budaya lokal dalam agenda politik
Penampilan Tari Sekar Klayar dalam pelantikan PAC menegaskan bahwa budaya lokal tetap mendapat ruang dalam kegiatan formal dan politik. Di Pacitan, tarian ini bukan sekadar hiburan; ia sering tampil pada acara pemerintahan dan pentas seni rakyat, menjadi medium pelestarian identitas daerah.
Seperti ombak di Pantai Klayar yang terus datang, tradisi lokal di Pacitan tetap hidup melalui generasi muda yang menjaga gerakan dan pakaian adat. Kehadiran tarian pada momen organisasi menegaskan pentingnya merawat warisan budaya di sela dinamika politik lokal.
Berita Terkait
Deni Wicaksono Ajak Kader Muda PDIP Pacitan Aktif di Medsos
Deni Wicaksono mendorong kader muda PDIP Pacitan aktif di media sosial untuk kritik kebijakan, edukasi polit...
Kediri Lepas 1.213 Calon Jamaah Haji, Bupati Ingatkan Gotong Royong
Pemkab Kediri memberangkatkan 1.213 calon jamaah haji pada 20 Mei 2026; Bupati minta jamaah muda bantu lansi...
Bupati Gresik Ingatkan Orang Tua: Batasi Gadget demi Karakter PAUD
Bupati Gresik minta orang tua batasi gadget agar pembentukan karakter anak usia dini terjaga, disampaikan sa...
PDIP Jatim Lantik 12 PAC di Pacitan, Tegaskan Penguatan Ideologi
DPD PDI Perjuangan Jatim melantik 12 PAC di Pacitan (20/5/2026) untuk memperkuat ideologi, struktur kecamata...
PDI Perjuangan Lantik 12 PAC di Pacitan, Tekankan Penguatan Ideologi
DPD PDI Perjuangan Jatim melantik 12 PAC di Pacitan (20/5/2026) sebagai momentum penguatan ideologi dan pers...
Ngawi Wajibkan Kuota Kerja bagi Penyandang Disabilitas lewat Perda
Ngawi mewajibkan pemerintah daerah dan perusahaan menyediakan kuota kerja bagi penyandang disabilitas sesuai...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!