Sego Manten: Ratna Obati Rindu Kuliner Jadul di Madiun
Ratna membuka usaha kuliner tradisional Sego Manten di Lapak UMKM Lapangan Gulun, Kejuron, Madiun sejak 2020 untuk menjawab kerinduan warga terhadap hidangan pesta pernikahan khas Jawa yang terhenti saat pandemi. Ide itu muncul ketika pemerintah melarang resepsi, sehingga banyak orang rindu cita rasa hajatan.
Asal-usul dan konsep usaha
Usaha ini lahir spontan dari kondisi pandemi COVID-19. Saat resepsi dilarang, Ratna berpikir menyajikan menu khas pernikahan secara terbuka supaya cita rasa jadul tetap bisa dinikmati publik. Lokasinya berada di arena UMKM setempat sehingga mudah dijangkau warga sekitar.
Dari ide saya waktu COVID-19 tahun 2020. Itu kan gencar-gencarnya COVID-19, nah pada saat itu biasanya orang hajatan-hajatan itu kan nggak boleh ya. Terus saya berpikiran, saya mau buka sekomanten gitu saja. Karena banyak kemarin itu pelanggan-pelanggan kita juga banyak yang mungkin nggak bisa kundangan, kangen sama masakan-masakan jadul gitu ya.
— Ratna
Menu andalan
Lapak Ratna memadukan beberapa elemen hidangan pesta tradisional. Menu andalannya adalah nasi pupuk hangat bertabur suwiran ayam berempah dan daging sapi lapis kaya bumbu. Selain itu tersedia kuah sup manten yang bening penuh sayuran segar dan es podeng sebagai pencuci mulut.
Aroma masakan yang semerbak menyebar ke seluruh Lapangan Gulun, menarik pengunjung yang rindu citarasa masa lalu.
Alhamdulillah semua favorit, semuanya pada suka gitu. Dari daging sapi lapisnya, dari daging ayam, sama es podeng itu semua suka semua.
— Ratna
Strategi mempertahankan pelanggan
Di tengah tren kuliner modern, Ratna memilih menjaga keaslian rasa sebagai pembeda. Ia juga konsisten menjaga jam buka lapak agar pelanggan tidak kecewa ketika datang.
Ketekunan berjualan setiap hari menjadi kunci menjaga loyalitas. Ratna menegaskan pentingnya konsistensi meski omset kadang fluktuatif.
Pokoknya setiap hari harus jualan ya, harus konsisten. Entah itu laku enggak, tapi setiap hari harus jualan, jadi pelanggannya itu nggak kecewa kalau ke sini.
— Ratna
Rencana ke depan
Ratna sempat merencanakan membuka cabang baru, namun saat ini ia memilih fokus mematangkan usaha yang ada demi menjaga kualitas dan kepuasan pelanggan setia. Keputusan ini diambil untuk memastikan standar rasa dan pelayanan tetap terjaga sebelum ekspansi.
Dengan mempertahankan resep tradisional dan layanan konsisten, Sego Manten berpotensi menjadi destinasi kuliner bagi warga Madiun yang ingin bernostalgia dengan cita rasa hajatan adat Jawa.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...