Mari Jajan Bajawa Buka Peluang Kerja Baru untuk Warga Ngada
Mari Jajan Bajawa, usaha kuliner lokal di Kabupaten Ngada, membuka kesempatan kerja baru seiring ekspansi bisnisnya. Pemilik usaha, Marieta Fransisca Tuga, menyampaikan langkah ini pada program Muda Kreatif di Pro 2 RRI Ende, Jumat, 24 Juli 2026. Pengembangan diarahkan untuk memenuhi permintaan produk yang meningkat sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Penambahan tenaga kerja untuk memenuhi permintaan
Marieta mengatakan kebutuhan tenaga kerja meningkat karena permintaan produk tumbuh, terutama melalui sistem pre-order. Untuk itu, usahanya mulai mencari tenaga baru yang berminat di bidang kuliner dan pelayanan.
Langkah ini ditujukan agar produksi dapat ditingkatkan tanpa menurunkan kualitas layanan. Penempatan tenaga kerja akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional, mulai dari produksi hingga pengemasan dan pengantaran.
Motivasi dan tujuan pengembangan
Menurut Marieta, pengembangan usaha tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan. Fokusnya juga membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan usaha kreatif di daerah.
"Semoga Mari Jajan Bajawa bisa menjadi usaha kreatif yang besar dan membuka lapangan kerja bagi orang-orang yang sedang mencari pekerjaan,"
Harapannya, perluasan usaha memberi dampak ekonomi langsung bagi keluarga dan pelaku UMKM lainnya di Kabupaten Ngada.
Tantangan yang dihadapi
Marieta mengakui ada sejumlah tantangan dalam pengembangan usaha. Ia menyebut kebutuhan mengatur waktu kerja dan menjaga konsistensi layanan sebagai hal yang harus dikelola dengan baik.
Meskipun demikian, ia memandang tantangan tersebut sebagai bagian dari proses menuju usaha yang lebih berkelanjutan. Perencanaan dan pelatihan menjadi langkah yang disiapkan untuk mengatasi hambatan itu.
Impak bagi UMKM dan ekonomi lokal
Ke depan, pengembangan tenaga kerja diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi Mari Jajan Bajawa. Peningkatan kapasitas ini juga diharapkan memperkuat kontribusi pelaku UMKM terhadap perekonomian daerah.
Dengan bertambahnya tenaga kerja, pelaku usaha lokal dapat saling mendukung, membuka peluang kolaborasi, dan memperluas jaringan distribusi. Inisiatif seperti ini dinilai penting untuk memulihkan serta memperkuat ekonomi komunitas lokal.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...