Sampah Desa Medan Mas Disulap Jadi Kerajinan dan Sumber Pendapatan
Desa Medan Mas di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, mengubah limbah rumah tangga menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi. Inisiatif yang dimulai kelompok pengelola sampah pada 2021 itu mengumpulkan sampah terpilah dan mengolahnya menjadi tas, kipas, dan wadah belanja, sambil memberi peluang pada pelaku UMKM lokal pada 26 Juli 2026.
Pengelolaan sampah dan proses produksi
Kelompok pengelola sampah rutin berkeliling ke rumah warga untuk mengumpulkan kemasan sabun, minyak, dan plastik yang masih bisa dimanfaatkan. Bahan baku yang terkumpul kemudian diproses secara kreatif oleh anggota kelompok.
Produk yang dihasilkan antara lain:
- tas
- tempat tisu
- kipas
- keranjang
- wadah belanja
Kelompok juga menyediakan wadah pengumpulan di titik-titik strategis agar kemasan bekas tidak langsung dibuang, melainkan bisa masuk ke rantai produksi kerajinan.
Dukungan lembaga dan kendala teknis
Program ini mendapat dukungan beberapa pihak. Salah satunya Yayasan Blue Forests yang menyerahkan mesin untuk mendukung pengolahan. Namun pemanfaatan mesin masih terbatas karena keterbatasan pengetahuan teknis di tingkat kelompok.
Desi, perwakilan salah satu kelompok pengelola, mengatakan inisiatif itu lahir dari kebutuhan mengatasi sampah di desa.
"Awalnya karena banyaknya sampah di desa kami. Kemudian kami berpikir bagaimana sampah ini bisa dikelola dan diolah menjadi sesuatu yang bernilai,"
Perkembangan usaha amplang dan dampak ekonomi
Selain pengolahan sampah menjadi kerajinan, pelaku UMKM lokal juga menunjukkan perkembangan. Ayu, perajin amplang dari Desa Medan Mas, memulai usaha secara rumahan sejak 2013 dan meningkat setelah memperluas pemasaran ke Pontianak.
"Dulu saya hanya membuat sedikit dan belum semuanya laku. Setelah mulai berani membawa produk keluar, alhamdulillah ada peningkatan dan permintaan terus bertambah,"
Dengan pendampingan dan akses pasar, produksi amplang meningkat dari sekitar 700 kilogram menjadi hampir satu ton. Peningkatan ini mendorong penyerapan tenaga kerja dan pemasukan rumah tangga.
Harapan dan langkah ke depan
Pelaku kegiatan berharap kapasitas teknis pengolahan ditingkatkan agar mesin yang ada dapat dimanfaatkan maksimal. Mereka juga berharap pemasaran produk kerajinan dan amplang terus berkembang melalui pendampingan dan jaringan pemasaran.
Di samping itu, Desa Medan Mas konsisten menjaga kawasan mangrove sehingga menarik kunjungan wisatawan, termasuk dari Afrika, yang turut membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
Inisiatif pengelolaan sampah dan pengembangan UMKM menunjukkan bagaimana kolaborasi lokal dan dukungan eksternal dapat mengubah masalah lingkungan menjadi peluang ekonomi.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Sego Manten: Ratna Obati Rindu Kuliner Jadul di Madiun
Ratna membuka Sego Manten di Lapangan Gulun Madiun sejak 2020 untuk mengobati kerinduan hidangan hajatan Jaw...
Mari Jajan Bajawa Buka Peluang Kerja Baru untuk Warga Ngada
Mari Jajan Bajawa buka peluang kerja di Ngada seiring permintaan meningkat lewat sistem pre-order, kata pemi...
Dekranasda Malinau Perkuat Sinergi dengan Pelaku UMKM
Dekranasda Malinau kunjungi pelaku UMKM di Desa Wisata Pulau Sapi untuk perkuat sinergi, pembinaan, dan perl...
Peluang Budidaya Buah Naga di Maluku Tenggara
Petani di Maluku Tenggara kembangkan budidaya buah naga daging merah; permintaan tinggi dan perawatan efisie...
Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 Setelah Pengunduran Gubernur BI
Rupiah menutup perdagangan 27 Juli 2026 di Rp18.009 per USD setelah pasar merespon pengunduran diri Gubernur...
Pemprov DKI dan Shopee Tanam 2.000 Mangrove di Jakarta Utara
Pemprov DKI dan Shopee menanam 2.000 bibit mangrove di Jakarta Utara pada 26 Juli 2026 sebagai bagian Hari M...