Dari Imajinasi ke Artemis: Scott Wray Pimpin Pelatihan EVA NASA
Scott Wray kini memimpin pelatihan EVA atau spacewalk untuk program Artemis, setelah perjalanan karier yang dimulai dari imajinasi masa kecil tentang misi luar angkasa. Kariernya berkembang melalui pendidikan teknik dirgantara, magang, dan peran sebagai instruktur serta pengendali misi di pusat kendali. Saat ini ia bertanggung jawab menyiapkan astronot menghadapi kondisi baru di Bulan dan misi masa depan.
Awal ketertarikan dan jalan pendidikan
Ketertarikan Wray pada dunia antariksa berakar sejak usia enam tahun ketika ia membayangkan melakukan spacewalk sambil bermain di dalam tenda berbentuk wahana. Minat itu semakin kuat setelah mengikuti program edukasi di Space Center Houston dan bertemu tokoh-tokoh dari lembaga antariksa.
Wray menempuh pendidikan di bidang teknik dirgantara dan masuk ke lembaga antariksa melalui program magang. Pengalaman magang membawanya terlibat langsung pada pelatihan spacewalk untuk program pesawat ulang-alik dan Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Peran teknis dan pengalaman lapangan
Di awal kariernya, Wray terlibat dalam penanganan perbaikan darurat pada wahana Atlantis. Keterlibatan ini memperdalam penguasaannya pada prosedur ekstravehicular dan meningkatkan ketertarikan pada operasi di luar kendaraan.
Setelah menjadi pegawai penuh waktu, Wray berperan sebagai instruktur yang melatih astronot menggunakan peralatan dan teknik EVA. Ia juga berkontribusi sebagai pengendali misi di Mission Control Center saat operasi ekstravehicular berlangsung.
Pengembangan metode pelatihan
Wray membantu merancang metode pelatihan yang mengakomodasi beragam latar belakang dan kondisi fisik astronot. Pendekatan tersebut mencakup adaptasi teknik, modul simulasi, dan latihan fisik untuk meningkatkan kesiapan operasional.
Metode yang dikembangkan menekankan keterampilan praktis, keselamatan, dan kemampuan beradaptasi pada situasi darurat. Hal ini penting mengingat kompleksitas tugas di luar kendaraan dan lingkungan berbeda pada setiap misi.
Fokus pada Artemis dan eksplorasi masa depan
Saat ini Wray memimpin pelatihan EVA untuk program Artemis, yang bertujuan mengembalikan manusia ke Bulan dan menyiapkan pijakan bagi misi Mars. Program ini menuntut teknik baru karena lingkungan permukaan Bulan dan teknologi rompi antariksa yang terus berkembang.
Menurut tim, pelatihan yang dipimpin Wray menjadi fondasi penting bagi upaya eksplorasi jangka panjang. Untuk informasi resmi mengenai program tersebut, kunjungi situs resmi Artemis.
Peran Wray menunjukkan bagaimana imajinasi masa kecil dapat berkembang menjadi kontribusi teknis penting dalam persiapan misi antariksa masa depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
THEFI 2026 Buka Peluang Beasiswa S1–S3 di Taiwan
THEFI 2026 digelar 1–9 Agustus di lima kota; 65 universitas Taiwan tawarkan beasiswa S1–S3 dan layanan konsu...
KPPU Rampungkan Investigasi TikTok Shop–Tokopedia, Menuju Sidang
KPPU menyelesaikan penyidikan dugaan praktik monopoli TikTok Shop–Tokopedia dan akan segera melanjutkan kasu...
MK: Operator Dilarang Hanguskan Kuota Pelanggan
MK memutuskan operator tidak boleh menghapus kuota tak terpakai dan harus menyediakan mekanisme seperti roll...
Indonesia Gaet Investor China untuk Percepat Investasi Data Center
Indonesia mengundang investor China untuk menanam modal di sektor data center yang tumbuh pesat, didukung in...
MCFIT Season 2 Digelar di Bekasi, Pemenang Wakili Indonesia ke ASEAN
MCFIT Season 2 dimulai di Bekasi (21 Juli 2026). Pemenang nasional akan wakili Indonesia ke Grand Final ASEA...
Mengapa Motor Dilarang Masuk Jalan Tol: Aturan dan Risikonya
Sepeda motor dilarang melintas di jalan tol sesuai aturan untuk mengurangi risiko kecelakaan; pengecualian h...