BPOM Dorong UMKM lewat Program Sapa Jamu di Pekan Hari Jamu
Taruna Ikrar, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), menyatakan BPOM memberi perhatian khusus pada pengembangan usaha jamu melalui program Sapa Jamu dan Sapa UMKM. Pernyataan itu disampaikan pada puncak Pekan Hari Jamu Nasional di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026, sebagai bagian dari proyek strategis Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung UMKM.
BPOM dorong UMKM lewat Sapa Jamu
Taruna mengatakan program Sapa Jamu dan Sapa UMKM menjadi wadah dukungan teknis dan regulasi bagi pelaku usaha jamu. Ia menilai inisiatif itu penting untuk mengembangkan pasar dan keterampilan produksi UMKM.
Salah satunya bagaimana yang kita sebut dengan Sapa Jamu, Sapa UMKM. Sapa UMKM ini bagian dari proyek strategisnya Bapak Presiden Prabowo yang memang memerintahkan kepada kami untuk memperhatikan UMKM.
Menurut Taruna, sektor jamu memiliki potensi pasar yang luas namun belum sepenuhnya dikelola oleh pelaku usaha skala kecil. Ia menekankan perlunya pembinaan agar produk jamu memenuhi standar keamanan dan dapat bersaing.
Dan kita lihat bahwa peran strategis itu sangat besar. Potensi pasar yang sangat besar, potensi yang belum banyak dikelola.
Peran penjual jamu gendong dalam pelestarian budaya
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu), Jony Yuwono, mengajak masyarakat dan pelaku usaha menjaga keberlangsungan tradisi jamu. Ia menyoroti peran penting penjual jamu gendong dalam mempertahankan identitas budaya Indonesia.
Mereka bukan hanya sebagai penjaja minuman. Mereka juga merupakan penjaga identitas bangsa yang harus terus kita dukung.
Jony menyebut penjual jamu gendong tidak sekadar berdagang, tetapi juga meneruskan nilai dan praktik tradisional yang menjadi ciri khas budaya lokal.
Peluang diversifikasi produk jamu
Selain menjaga tradisi, Jony mendorong inovasi produk agar jamu lebih mudah diakses generasi modern dan pasar luas. Ia menyarankan pengembangan kemasan dan bentuk produk yang sesuai kebutuhan konsumen saat ini.
- Saset untuk kemudahan konsumsi
- Tablet atau bentuk praktis lain
- Pengembangan menjadi bahan kosmetik berbasis jamu
Dengan diversifikasi tersebut, Jony berharap jamu bisa dikenal lebih luas di dalam negeri bahkan di pasar internasional.
Implikasi dan prospek
Kolaborasi antara BPOM dan pelaku usaha melalui Sapa Jamu bisa memperkuat ekosistem industri jamu. Fokusnya meliputi peningkatan kualitas produk, pelatihan UMKM, dan pembukaan akses pasar.
Ke depan, keberlanjutan program ini bergantung pada konsistensi pembinaan, dukungan regulasi, dan kemampuan pelaku usaha mengadopsi inovasi produk. Jika langkah ini konsisten dijalankan, potensi ekonomi dan pelestarian budaya jamu berpeluang meningkat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Pangan Bukan Instrumen Tekanan Geopolitik
Mendag Budi Santoso menegaskan pangan tak boleh jadi alat tekanan geopolitik dan mendorong solusi WTO untuk...
MenPPPA Pastikan Pendampingan Terbuka bagi Korban Perundungan
MenPPPA Arifah Fauzi memastikan layanan pendampingan tetap tersedia bagi anak korban perundungan; Kemenkes b...
Kemenperin Buka Ruang Gen Z untuk Kembangkan Industri Batik
Kemenperin ajak Gen Z berperan dalam pengembangan industri batik melalui desain, teknologi, dan pemasaran di...
Tokoh Konghucu Budi Tanuwibowo Masuk Wantimpres
Budi Tanuwibowo dilantik jadi anggota Wantimpres; ia terharu karena komunitas Konghucu yang minoritas mendap...
MenPPPA Pastikan Penanganan Perundungan Anak di Tangsel
MenPPPA Arifah Fauzi pastikan penanganan dugaan perundungan anak di Tangerang Selatan prioritaskan keamanan,...
Komdigi Minta Operator Ubah Paket Non-Rollover
Komdigi minta operator segera ubah paket non-rollover agar sisa kuota dilindungi secara ekonomi, bukan hanya...