Pasar Saham Semester II 2026 Beralih ke Fundamental
Pasar saham Indonesia diprediksi berubah arah pada semester II 2026 dari sekadar rebound menuju penilaian berdasarkan kekuatan ekonomi dan kinerja emiten. Prediksi ini disampaikan oleh analis Mirae Asset Sekuritas pada Media Day daring pekan ini, seiring tekanan moneter global dan dinamika valuasi.
Faktor penentu arah pasar
Head of Research and Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan bahwa kondisi makroekonomi global dan valuasi saham akan menentukan pergerakan pasar. Ia menyebut juga pentingnya status Indonesia dalam indeks MSCI sebagai emerging market.
Arah pasar saham Indonesia pada semester II akan ditentukan oleh kondisi makroekonomi global dan valuasi saham. Termasuk terjaganya status Indonesia sebagai emerging market dalam indeks MSCI — Rully Arya Wisnubroto
Proyeksi ekonomi, inflasi, dan nilai tukar
Mirae Asset merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,8 persen untuk 2026 dan 4,9 persen untuk 2027, turun dari prakiraan sebelumnya masing-masing 5 persen dan 5,1 persen. Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya permintaan domestik dan kebijakan moneter global yang masih ketat.
Rully juga memproyeksikan tekanan pada nilai tukar rupiah karena suku bunga global yang tinggi. Menurutnya, The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga dua kali pada September dan Desember, masing-masing 25 basis poin. Inflasi Indonesia diprakirakan mencapai sekitar 4 persen pada 2026.
Dampak MSCI dan arus modal asing
Keputusan MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market dipandang sebagai katalis positif. Research Analyst Mirae Asset Sekuritas, Wilbert Arifin, menilai keputusan itu mengurangi ketidakpastian pasar sampai masa pemantauan berikutnya pada November.
Ketidakpastian pasar berkurang, sambil menunggu masa pemantauan kembali oleh MSCI hingga bulan November mendatang — Wilbert Arifin
Meskipun status tetap, bobot Indonesia dalam indeks MSCI turun signifikan, dari 1,2 persen pada akhir 2025 menjadi 0,4 persen pada Juni 2026. Wilbert menilai jika Indonesia turun ke kategori frontier market, potensi aliran keluar dana asing bisa mencapai sekitar Rp80 triliun. Karena status masih terjaga, risiko tersebut mereda.
| Item | Nilai |
|---|---|
| Bobot MSCI (Akhir 2025) | 1,2% |
| Bobot MSCI (Juni 2026) | 0,4% |
| Potensi aliran keluar jika downgrade | Rp80 triliun |
| Arus jual bersih investor asing (s/d Juli 2026) | Rp79,09 triliun |
Peluang investasi dan katalis pasar
Rully menilai peluang investasi masih terbuka karena pemulihan pasar saham berlangsung bertahap. Ia mencatat pulihnya minat investor asing pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar sebagai sinyal positif.
Selain itu, stabilitas nilai tukar dan musim laporan keuangan emiten kuartal II juga menjadi katalis bagi masuknya investasi. Namun upaya menarik kembali dana asing tetap menjadi tantangan utama bagi pasar domestik.
Kesimpulan dan prospek
Singkatnya, semester II 2026 diperkirakan menandai pergeseran fokus pasar dari momentum jangka pendek ke evaluasi fundamental. Investor harus mencermati perkembangan kebijakan moneter global, kinerja emiten, serta dinamika bobot Indonesia di indeks global seperti MSCI.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
SIGAP Cabai: TPID NTT Dorong Urban Farming Sekolah di Kupang
TPID NTT luncurkan SIGAP Cabai: lomba budidaya dan hilirisasi cabai rawit untuk 49 SMA/SMK di Kupang guna ke...
Banjarmasin Dukung Festival Kuliner Banua Perkuat UMKM
Pemkot Banjarmasin dukung Festival Kuliner Banua x QRIS 2026 untuk memperkuat UMKM, memperluas pasar, dan me...
Dari Limbah Batok Kelapa, UMKM Nagan Raya Dorong Kreativitas Anak Muda
Safrijal di Nagan Raya mengubah limbah batok kelapa jadi kerajinan bernilai, melatih pekerja, dan mendorong...
Nusa Tenggara Creative Festival Dorong UMKM Naik Kelas
Wakapolda NTB buka Nusa Tenggara Creative Festival di Mataram untuk dorong ekonomi kreatif dan bantu UMKM na...
Teh Jahe Herbal Jadi Produk Unggulan SMKN 1 Meureubo
Siswa SMKN 1 Meureubo memproduksi teh jahe herbal sebagai produk unggulan lewat pembelajaran APHP, dipasarka...
Kerajinan Batok Kelapa Nagan Raya Bernilai Jutaan
Safrijal di Nagan Raya mengubah batok kelapa jadi 30 produk kreatif, harga mulai Rp5 ribu hingga Rp5 juta da...