OJK Apresiasi Sangu Sampah Trenggalek: Edukasi Sampah dan Menabung
Sangu Sampah di Trenggalek dipuji OJK karena menggabungkan pendidikan lingkungan dan literasi keuangan bagi pelajar sejak SD hingga perguruan tinggi.
OJK beri apresiasi dan alasan dukungan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan dukungan terhadap program Sangu Sampah yang digagas Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menyebut program itu unik karena mengajarkan pengelolaan sampah sekaligus budaya menabung pada pelajar.
Ini satu-satunya dan hanya ada di Trenggalek. Inovasi ini layak mendapat apresiasi
Cakupan dan durasi pelaksanaan
Program tersebut telah berjalan selama sekitar dua tahun dan diterapkan di seluruh sekolah di Kabupaten Trenggalek. Sasaran mencakup siswa SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa.
Cara kerja: dari sampah menjadi tabungan
Siswa diajak memilah sampah yang masih bernilai ekonomi. Contoh jenis sampah yang dikumpulkan meliputi:
- Botol plastik bekas minuman
- Kemasan plastik dan kaca
- Kain dan logam
- Minyak jelantah
Sampah yang dikumpulkan dikonsolidasikan di sekolah lalu disalurkan melalui jaringan TPS 3R, bank sampah, dan offtaker menuju fasilitas pengolahan atau daur ulang. Nilai hasil pengumpulan dikonversi menjadi uang yang bisa dipakai sebagai uang saku atau ditabung.
Akun dan mekanisme penabung anak
Pemkab menetapkan pengelolaan akun berbeda sesuai usia siswa. Untuk pelajar SD dan santri yang belum memiliki gawai, akun dapat dikelola wali murid, guru, atau pengurus sekolah. Sedangkan siswa SMA dan mahasiswa menerapkan sistem satu orang satu akun dan satu rekening.
- Perhitungan nilai disesuaikan secara berkala
- Biaya operasional pengelolaan sampah turut diperhitungkan
- Siswa menerima hasil sesuai jumlah sampah yang dikumpulkan
Program ini sudah berjalan dua tahun di seluruh sekolah di Trenggalek
Dampak, target, dan harapan ke depan
Pemkab dan OJK mendorong agar kebiasaan menabung terbentuk sejak dini. Bupati Trenggalek menargetkan setiap pelajar memiliki rekening sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan.
Kami menargetkan satu pelajar bisa memiliki satu rekening. Karena menabung itu banyak manfaatnya
Selain mengurangi sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah, Sangu Sampah membuka ruang pembelajaran soal nilai ekonomi barang bekas dan pengelolaan keuangan pribadi. Dukungan OJK memperkuat posisi program ini sebagai model daerah yang menghubungkan pendidikan lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan literasi keuangan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Tiga Politisi Muda PDI Perjuangan Tapal Kuda Masuk Nominasi Penghargaan
Tiga politisi muda PDI Perjuangan dari Tapal Kuda—Widarto, Sinung Sudrajad, dan Indi Naidha—masuk nominasi p...
Tiga Perempuan Diduga Korban TPPO Dipulangkan ke Jawa Barat
Tiga perempuan diduga korban TPPO dipulangkan ke Jawa Barat setelah ditampung di kantor partai; diwajibkan l...
Ketua DPRD Trenggalek Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mendorong pedagang pasar tradisional beradaptasi digital agar bisa be...
DPRD Jember Minta Alihkan Anggaran untuk Pengelolaan Sampah Pasar
Komisi B DPRD Jember minta alihkan dana program kurang prioritas ke pengelolaan sampah dan perbaikan drainas...
PDI Perjuangan Jember Tolak Tanggung Jawab Pinjaman Rp786,573 miliar
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember menolak menanggung risiko pinjaman daerah Rp786,573 miliar; minta pembahas...
Trenggalek Kembangkan Bawang Putih di Pule untuk Kurangi Impor
Trenggalek kembangkan bawang putih di Pule lewat lahan percontohan 1,5 ha untuk kurangi impor dan buka sumbe...