Wakil Ketua DPRD Sumut: Narkoba, Begal, Tawuran Jadi Sorotan Reses
MEDAN — Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Salman Alfarisi menerima keluhan warga terkait maraknya narkoba, begal, dan tawuran saat Reses III Tahun Sidang II di Kecamatan Medan Denai dan Medan Area, Selasa (19/5). Warga meminta perlindungan dan jaminan pengobatan bagi korban kejahatan.
Keluhan warga: narkoba, begal, dan tawuran
Dalam dialog dengan masyarakat, beberapa warga mengeluhkan tingginya penyalahgunaan narkoba dan perilaku kenakalan remaja yang memicu tindak kriminal. Mereka menilai tindak kejahatan kini terjadi hampir sepanjang hari, baik siang maupun malam.
Salah seorang warga, Lukmanul Hakim, menyebut peredaran narkoba di lingkungannya sudah sangat mengkhawatirkan dan menjadi akar berbagai masalah kriminal.
"Masalah narkoba ini sudah sangat meresahkan. Banyak kejahatan lain yang muncul karena pengaruh narkoba,"
Keluhan lain datang dari Zahara Hasibuan yang menyoroti maraknya aksi begal dan tawuran. Zahara juga mempertanyakan belum adanya jaminan pengobatan bagi korban begal melalui BPJS Kesehatan.
Tanggapan Salman: usulan pembiayaan pengobatan korban
Menanggapi aspirasi itu, Salman menyatakan prihatin karena Sumatera Utara masih mencatat posisi tertinggi kasus narkoba sejak 2022. Ia menekankan peran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada warga.
"Kita sangat prihatin, Sumut ini masih peringkat satu kasus narkoba sejak tahun 2022 sampai sekarang belum berubah,"
Untuk menjawab masalah korban kriminalitas, Salman mengusulkan agar pemerintah daerah menjamin pembiayaan pengobatan korban melalui skema khusus yang bersumber dari APBD. Usulan itu akan disampaikan pada pembahasan RAPBD-P oleh DPRD Sumut.
"Kami akan sampaikan kepada gubernur ataupun wali kota agar korban begal maupun korban kriminalitas lainnya pengobatannya dapat ditanggung dalam sebuah skema khusus dari APBD, sebagai konsekuensi kegagalan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,"
Langkah berikutnya
Usulan penganggaran untuk pengobatan korban akan diusulkan dalam penyusunan RAPBD-P yang akan dibahas segera oleh DPRD Sumut. Forum reses menjadi saluran masyarakat menyuarakan kebutuhan nyata akan keamanan dan layanan kesehatan setelah menjadi korban tindak kriminal.
Perdebatan soal bagaimana mekanisme pendanaan dan kriteria penerima manfaat kemungkinan akan muncul dalam pembahasan anggaran, termasuk apakah skema tersebut menjadi solusi sementara atau bagian dari kebijakan perlindungan jangka panjang.
Pengesahan kebijakan dan alokasi anggaran tersisa pada proses legislasi di DPRD Sumut dan keputusan pemerintah daerah yang membidangi anggaran serta layanan kesehatan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mahasiswa Desak Pemeriksaan Hakim atas Putusan Banding PTA Medan
Aliansi Mahasiswa Merah Putih menggelar demo di depan PTA Medan, menuntut pemeriksaan majelis hakim atas put...
Kemenag Aceh Jadikan Matamuda 2026 untuk Pemetaan Talenta
Kemenag Aceh mengoptimalkan Matamuda 2026 sebagai momen pemetaan talenta dan pembentukan karakter bagi murid...
Bobby Prihatin OTT KPK terhadap Bupati Langkat, Masyarakat Jadi Korban
Gubernur Sumut Bobby Nasution menyayangkan OTT KPK terhadap Bupati Langkat dan pastikan Plt segera ditunjuk...
Sergai Gerak Cepat Tangani 140 Rumah Rusak Akibat Puting Beliung
Pemkab Sergai menanggapi puting beliung 4/7: 140 rumah rusak, peninjauan dan penyaluran bantuan via bank unt...
PT MP LWI Gelar Sunatan Massal 2026 di Kanopan Ulu, 130 Anak Terlayani
PT MP LWI menyelenggarakan Bakti Sosial Sunatan Massal 2026 di Kanopan Ulu, melayani 130 anak dari desa-desa...
Kejari Samosir Belum Menahan Pimpinan Bank Mandiri
Kejaksaan Negeri Samosir belum menahan Pimpinan Bank Mandiri terkait dugaan korupsi bantuan bencana; penyidi...