Sal Priadi Rilis 'Kepala, Pundak, Kerja Lagi' Jadi OST Monster Pabrik Rambut
Sal Priadi merilis lagu baru berjudul 'Kepala, Pundak, Kerja Lagi' sebagai original soundtrack film Monster Pabrik Rambut, dirilis bertepatan dengan Hari Buruh. Lagu ini mengangkat isu overwork dan budaya lembur, serta telah ditonton lebih dari 2,5 juta kali di YouTube melalui video liriknya.
Tema lagu dan lirik
Lagu ini menggambarkan keresahan para pekerja yang kelelahan akibat tekanan pekerjaan dan jam lembur. Pembukaan liriknya memakai bait yang familiar sejak masa kecil, namun dibawakan dengan nuansa muram untuk menekankan realitas keras kehidupan kerja.
Nuansa marching sengaja disisipkan agar lagu terasa seperti anthem solidaritas bagi pekerja yang menghadapi dinamika harian.
Proses penulisan dan kutipan musisi
Sal Priadi mengatakan proses penulisan lagu ini terinspirasi langsung dari tema film yang membahas overwork. Ia menyebut pengalaman sehari-hari memudahkan terjemahan tema besar tersebut ke dalam lirik.
“Dalam menulis lirik untuk lagu 'Kepala, Pundak, Kerja Lagi' aku tetap dengan gagasan yang sederhana. Sesuatu yang aku tangkap dari keseharian,”
Selain menulis, Sal menyampaikan bahwa ini menjadi pengalaman pertamanya menulis lagu langsung di lokasi syuting, yang memberi nuansa baru dan rasa solidaritas antarpelaku film dan pekerja.
Kolaborasi produksi dan perubahan sound
Untuk produksi musik, Sal menggandeng produser elektronik Attila Syah. Kolaborasi ini menghasilkan soundscape berbeda dari karya Sal yang selama ini identik dengan piano dan gitar.
Perpaduan elemen elektronik dan ritme marching memberi nuansa lebih keras dan berfokus pada pesan kolektif daripada balada romantis yang biasa melekat pada nama Sal Priadi.
Film, jadwal tayang, dan pemeran
Monster Pabrik Rambut akan tayang mulai 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia. Film ini disutradarai oleh Edwin dan diproduksi oleh Palari Films.
- Rachel Amanda
- Lutesha
- Iqbaal Ramadhan
- Didik Nini Thowok
- Sal Priadi
- Kev
Dampak dan harapan
Dengan lirik yang dekat dengan keseharian pekerja dan aransemen marching, Sal berharap lagu ini bisa menjadi suara kolektif mereka yang menghadapi tekanan kerja. Keberadaan lagu di film memberi ruang diskusi tentang budaya lembur di luar konteks hiburan.
Rilis ini juga memperluas perbincangan publik tentang karya-karya Sal yang sebelumnya populer karena nuansa romantis dan emosional, menandai perkembangan tematik dalam repertoarnya.
Berita Terkait
Tangga Jadi Simbol dalam 'Under the Volcano' Wakili Indonesia di Venesia
Pertunjukan 'Under the Volcano' wakili Indonesia di Venesia 2026 dengan tangga sebagai simbol ketahanan, sol...
Trailer Perdana The Dog Stars: Jacob Elordi Bertahan Pascapandemi
Trailer perdana The Dog Stars rilis; Jacob Elordi sebagai Hig mencari harapan lewat sinyal radio di dunia pa...
Episode Perdana House of the Dragon Season 3 72 Menit
Episode pembuka House of the Dragon Season 3 berdurasi 72 menit dan tayang 21 Juni 2026 pukul 21.00, termasu...
Park Bom Akhiri Kontrak dengan D-NATION setelah Delapan Tahun
Park Bom resmi mengakhiri kontrak eksklusif dengan D-NATION Entertainment pada 5 Juni 2026 atas kesepakatan...
Cha Jun Hwan Berpeluang Comeback Akting Lewat Sitkom 'Palace Land'
Cha Jun Hwan dikabarkan meninjau tawaran main sitkom tvN "Palace Land"; agensi Fantagio menyebut pembicaraan...
Girl Group MARBLES Debut dengan Single 'HOMPIMPA'
Girl group MARBLES debut 12 Juni 2026 lewat single 'HOMPIMPA', angkat konsep rayakan perbedaan dan unsur bud...