Tgk. Afrizal: Persiapkan Kematian dengan Ahsanu ‘Amala
Aceh Besar — Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Besar, Tgk. Afrizal Sofyan, S.Pd.I, M.Pd, mengingatkan umat Islam untuk mempersiapkan kematian dengan memperbanyak ahsanu ‘amala. Peringatan ini disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid Al Ikhlas, Ie Alang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Jumat (14/8/2026), bertepatan 1 Rabiul Awwal 1448 H.
Apa itu sakaratul maut?
Tgk. Afrizal menekankan bahwa kematian adalah kepastian dan pintu menuju kehidupan akhirat. Ia menjelaskan bahwa Al-Qur'an dan hadis menggambarkan kematian sebagai peristiwa berat yang disebut sakaratul maut, yakni kondisi sulit saat ruh hendak keluar dari jasad.
Rujukan Al-Qur'an dan hadis
Dalam khutbahnya, Tgk. Afrizal mengutip Surah Qaf ayat 19 untuk menggambarkan kedahsyatan sakaratul maut. Ia juga merujuk pada hadis Nabi Muhammad saw yang menjelaskan pengalaman berat saat menjelang wafat.
“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Sesungguhnya kematian itu memiliki sakarat,” ujar Tgk. Afrizal, mengutip hadis riwayat Imam Bukhari.
Empat aspek yang membuat fase itu dahsyat
Berdasarkan penjelasan Imam al-Qurthubi dan hadis, Tgk. Afrizal merinci empat hal yang membuat sakaratul maut sangat menakutkan:
- Seseorang dapat menyaksikan hal-hal ghaib, termasuk kedatangan malaikat yang mencabut nyawa.
- Diperlihatkan gambaran tempatnya di akhirat—surga atau neraka—sebagaimana disebutkan dalam hadis.
- Munculnya penyesalan atas kelalaian selama hidup, sehingga kesempatan berbuat baik terasa hilang.
- Kesedihan yang mendalam karena perpisahan dengan dunia, keluarga, harta, jabatan, dan kenikmatan dunia.
Ia menegaskan bahwa pengalaman Rasulullah saw juga menunjukkan beratnya sakaratul maut, sehingga rasa takut dan penyesalan bukan hanya dialami orang yang berdosa, tetapi juga orang saleh.
Pesan: gunakan hidup untuk mempersiapkan kematian
Tgk. Afrizal mengingatkan bahwa Al-Qur'an memberi pedoman agar manusia mempersiapkan kematian melalui amal terbaik. Ia merujuk Surah Al-Mulk ayat 2 yang menyatakan bahwa Allah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji amal manusia.
“Kematian bukanlah akhir dari kehidupan, tetapi perpindahan dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat yang kekal,” kata Tgk. Afrizal.
Menurutnya, kata kunci persiapan adalah ahsanu ‘amala: berbuat terbaik sepanjang hidup agar siap menghadapi sakaratul maut dan kehidupan akhirat. Ia juga menekankan bahwa penyebutan kata "kematian" terlebih dahulu dalam ayat Al-Qur'an dimaksudkan untuk membangunkan kesadaran manusia atas kepastian kematian.
Peringatan ini diharapkan mendorong umat untuk memperbanyak amal saleh dan memperbaiki diri sebelum waktu yang pasti tiba.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Latihan Intensif Paskibra Lhoknga Jelang 17 Agustus 2026
Anggota Paskibra Kecamatan Lhoknga dari SMA Negeri 1 Lhoknga gelar latihan intensif menjelang HUT RI ke-81 p...
Dinas Pendidikan Sumut Tindak Pelajar Terlibat Geng Motor di Medan
Dinas Pendidikan Sumut menyatakan tujuh siswa dari empat sekolah di Medan diduga terlibat geng motor; mereka...
Desak Polda: Tetapkan 3 WNA sebagai Tersangka Kasus Scamming
Pengamat mendesak Dit Siber Polda Sumut menetapkan tiga WNA sebagai tersangka dalam kasus scamming di Aparte...
Bobby Nasution Lantik Timur Tumanggor sebagai Pj Sekda Sumut
Bobby Nasution melantik Timur Tumanggor sebagai Pj Sekda Sumut pada 14 Agustus dan memberi tiga arahan utama...
Mayat Pengemudi Taksi Ditemukan Kaki Terikat di Hamparan Perak
Seorang pengemudi taksi online ditemukan tewas dengan kaki terikat di kebun tebu Buluh Cina, Hamparan Perak....
Korban Keracunan MBG di Karo Naik Jadi 353 Siswa
Korban keracunan menu MBG di Kabupaten Karo naik menjadi 353 siswa; sampel dibawa ke lab provinsi dan penyel...