Politik

Said Abdullah: Buka Diri agar Kepercayaan Pasar Pulih

Bagikan:
Said Abdullah menjelaskan langkah pemulihan kepercayaan pasar di Jakarta

JAKARTA — Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah membuka diri terhadap kritik dan masukan publik pada Rabu (10/6/2026). Tujuannya adalah memulihkan kepercayaan pasar yang terkoreksi akibat pelemahan rupiah dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Tiga langkah strategis untuk memulihkan kepercayaan

Said menyatakan pemerintah harus fokus memperkuat respons domestik daripada menyalahkan faktor luar. Ia mengusulkan tiga langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi dan menarik kembali minat investor.

Konsistensi kebijakan

Pertama, Said menekankan pentingnya konsistensi kebijakan. Menurutnya, kebijakan yang berubah-ubah atau diumumkan prematur justru menimbulkan ketidakpastian di kalangan pelaku usaha dan investor.

"Pemerintah hendaknya tidak mengumumkan kebijakan yang masih prematur, dan lebih membangun dialog multi stakeholder yang produktif atas rencana kebijakan,"

Menjaga kesehatan fiskal

Kedua, Said mendorong pemerintah mempertahankan disiplin fiskal. Ia menyambut positif usulan defisit RAPBN 2027 di kisaran 1,8–2,4 persen PDB sebagai sinyal positif bagi pasar.

Said menilai realisasi defisit APBN yang mampu ditekan lebih rendah dari target akan meningkatkan kepercayaan investor. Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola program strategis, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), agar pelaksanaan tepat sasaran dan terhindar dari konflik kepentingan.

Pembenahan tata kelola pasar modal

Langkah ketiga yang diusulkan berkaitan dengan tata kelola pasar modal. Said meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperbaiki transparansi dan struktur kepemilikan saham untuk meningkatkan porsi saham publik (free float).

"OJK perlu segera memperbaiki tata kelola bursa agar pasar modal kita semakin sehat, transparan, dan kompetitif,"

Ia juga menyoroti perlunya evaluasi lembaga self-regulatory organization (SRO) sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan investor.

Stabilitas ekonomi butuh keterbukaan

Said menegaskan bahwa stabilitas ekonomi nasional tidak hanya dipengaruhi kondisi global. Kemampuan pemerintah membangun kepercayaan lewat kebijakan yang konsisten, tata kelola yang baik, dan komunikasi terbuka sama pentingnya.

"Kita tidak perlu menuding keluar, mengapa The Fed memilih kebijakan hawkish dan Teluk terus bergejolak, karena itu di luar kendali kita,"

Menurut Said, keterbukaan terhadap kritik dapat menjadi modal penting untuk memperkuat respons kebijakan di tengah dinamika ekonomi global.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait