Politik

PDI Perjuangan Lumajang Peringati Kudatuli dan Tegaskan Komitmen Demokrasi

Bagikan:
Peserta peringatan Kudatuli DPC PDI Perjuangan Lumajang di aula

Lumajang — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang menggelar dialog interaktif dan renungan memperingati Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli) pada Minggu, 26 Juli 2026, di Aula DPC. Acara dihadiri oleh kader dan simpatisan partai sebagai refleksi atas pentingnya menjaga kebebasan berpendapat dan kedaulatan rakyat.

Dialog menegaskan komitmen kawal demokrasi

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang, Supratman, menegaskan bahwa peringatan Kudatuli bukanlah bentuk dendam. Menurutnya, kegiatan itu adalah pengingat bahwa suara rakyat tidak boleh dibungkam dan demokrasi harus terus ditegakkan.

"Ini merupakan salah satu bentuk komitmen untuk terus menjaga dan mengawal demokrasi sesuai konstitusi kita dan kedaulatan tetap di tangan rakyat. Selain itu, ini menjadi penyemangat kita untuk terus melanjutkan perjuangan yang belum usai,"

Supratman juga menyoroti tuntutan pelayanan publik. Ia menekankan perlunya negara hadir memenuhi kebutuhan dasar, seperti kesehatan dan pendidikan yang benar-benar gratis bagi masyarakat.

Sejarah perjuangan dan peran akar rumput

Wakabid Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang, Bukasan, mengingatkan bahwa Kudatuli mencatat sejarah sulit bagi pembentukan partai. Ia menyebut pengalaman itu menunjukkan bahwa kekuatan rakyat, terutama basis akar rumput, merupakan pilar utama perjuangan partai hingga kini.

"Mudah-mudahan, peringatan ini kita jadikan sebagai bentuk mengawal dan melanjutkan perjuangan ideologi marhaenisme dalam rangka kesejahteraan rakyat Indonesia, khususnya rakyat Kabupaten Lumajang,"

Rangkaian kegiatan: refleksi, puisi, dan dokumenter

Selain dialog, peringatan dilanjutkan dengan renungan dan doa bersama. Acara juga menghadirkan pembacaan puisi bertema Kudatuli serta pemutaran film dokumenter mengenai peristiwa tersebut. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat ingatan kolektif kader dan simpatisan.

Implikasi dan langkah ke depan

Peringatan ini dimaknai sebagai pengingat agar partai terus mengadvokasi kebijakan pro-rakyat dan layanan publik yang merata. Para peserta sepakat untuk mempertahankan semangat perjuangan sekaligus menekan agar pemerintah daerah hadir dengan program yang meningkatkan kesejahteraan warga.

Penutup: Peringatan Kudatuli di Lumajang menegaskan kembali posisi PDI Perjuangan sebagai bagian dari sejarah perjuangan rakyat dan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen demokrasi serta tuntutan terhadap pemenuhan hak dasar masyarakat.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait