Teatrikal Peringatan Kudatuli: Asap dan Aksi Reenaksi di Sidoarjo
SIDOARJO — Pada Minggu sore, 26 Juli 2026, DPC PDI Perjuangan Sidoarjo menampilkan teatrikal kolosal yang merekonstruksi peristiwa pengambilalihan paksa kantor DPP PDI pada 1996, dikenal sebagai Kudatuli. Adegan menampilkan orasi, serangan massa, asap, dan pengrusakan sebagai bagian dari rekonstruksi sejarah untuk tujuan pendidikan politik.
Rekonstruksi adegan kerusuhan
Pentas dimulai dengan adegan aktivis berorasi menyatakan legitimasi kepemimpinan Megawati berdasarkan kongres luar biasa 1993. Tidak lama kemudian, massa dari ujung jalan datang mengklaim kepemimpinan lain sesuai hasil Kongres Medan.
Ketegangan meningkat hingga terjadi saling dorong di pagar. Dalam adegan itu, massa melempar "batu" dan merobohkan pagar sehingga beberapa orang terkapar dan ditandu relawan kesehatan. Pelataran kantor dalam adegan ditampilkan berserak batu-batu tiruan.
Properti teater dan aspek keselamatan
Panitia menegaskan semua bahan bersifat tiruan dan aman untuk penonton. Asisten sutradara yang juga aktivis DPC Repdem Sidoarjo menjelaskan detail properti dan langkah keamanan yang diambil.
“Untuk tiruan batu, kita pakai kertas bekas yang diremas jadi bulatan. Demikian pula asap, kami buat dari bahan yang tidak membahayakan,”
Langkah ini dimaksudkan menjaga suasana tetap ilustratif tanpa membahayakan peserta atau penonton.
Anak muda, kelas politik, dan partisipasi
Teatrikal digarap anak-anak muda dari sejumlah sanggar seni, tim produksi, dan komunitas perfilman. Peran massa diisi mayoritas oleh kader-kader muda PDI Perjuangan perwakilan dari 18 kecamatan.
Beberapa jam sebelum pentas, peserta mengikuti kelas pendidikan politik bertema sejarah berdemokrasi, di mana kejadian Kudatuli dibahas sebagai bagian penting pembelajaran.
Doa bersama dan kesaksian pelaku sejarah
Pada hari yang sama, puluhan kader senior berkumpul dalam sesi doa dan berbagi pengalaman berorganisasi pada era 1990-an. Mereka menyoroti tekanan politik dan intervensi negara yang pernah terjadi.
“Peristiwa yang lalu tidak saja untuk dikenang. Tapi bagaimana harus menjadi pelajaran dan titik pijak untuk melangkah ke depan dengan berbagai tantangannya,”
kata Sanyoto, Sekretaris DPC PDI pada era 90-an, menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari masa lalu.
Harapan ke depan
Ketua DPC, Hari Yulianto, menyebut Kudatuli sebagai peristiwa yang memalukan sekaligus memilukan karena menimbulkan korban jiwa dan luka. Ia berharap tragedi serupa tak terulang dan menjadi pengingat agar demokrasi dijaga tanpa intervensi kekerasan.
“Memalukan karena dalam proses berdemokrasi ada pihak yang melakukan intervensi bahkan dengan cara-cara kekerasan. Memilukan karena Kudatuli menyebabkan sejumlah nyawa manusia melayang, ratusan korban luka, dan puluhan orang hilang,”
Peringatan ini dirancang sebagai catatan sejarah sekaligus wadah pendidikan bagi generasi muda untuk memahami dinamika perjuangan politik dan pentingnya mekanisme demokrasi yang aman.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Deni Wicaksono Tegaskan 'Jas Merah' pada Peringatan 30 Tahun Kudatuli
Deni Wicaksono menyerukan prinsip 'Jas Merah' saat tasyakuran relokasi kantor dan peringatan 30 tahun Kudatu...
DPC PDI Perjuangan Pasuruan Gelar Renungan Kudatuli 27 Juli
DPC PDI Perjuangan Pasuruan menggelar renungan dan sarasehan mengenang Kudatuli 27 Juli 1996 sebagai bentuk...
PDIP Jatim Buka Ruang Dialog dengan Gerakan Mahasiswa
PDIP Jatim membuka dialog seluasnya bagi gerakan mahasiswa, mendorong pengawasan kebijakan publik dan kolabo...
PDI Perjuangan Trenggalek Targetkan Tambah Kursi DPRD Dapil 3 2029
PDI Perjuangan Trenggalek menargetkan penambahan kursi DPRD Dapil 3 pada Pemilu 2029 melalui penguatan ranti...
DPC PDI Perjuangan Malang Perbanyak Ruang Dialog Pasca Red Talks
DPC PDI Perjuangan Malang berkomitmen memperbanyak ruang dialog bagi generasi muda pasca Red Talks 2026 untu...
Gedung Mangkrak di Ringinanom Jadi Sorotan, DPRD Janji Tuntaskan
Gedung serbaguna di Ringinanom, Kediri, mangkrak; DPRD janji tuntaskan dan fasilitasi pendampingan UMKM mula...