Rupiah Menguat ke Rp17.894 Didukung Komitmen BI dan Harapan AS-Iran
Rupiah ditutup menguat signifikan pada Rabu, 30 September 2026, mencapai Rp17.894 per dolar AS setelah naik 0,48 persen (87 poin). Pergerakan ini dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan perkembangan geopolitik internasional.
Penutupan pasar dan angka
Data Bloomberg menunjukkan rupiah menutup perdagangan hari ini pada level Rp17.894 per dolar AS. Penguatan ini tercatat sejak pagi dan bertahan hingga penutupan sesi perdagangan.
Faktor domestik: peran Bank Indonesia
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, menyatakan sentimen domestik mendukung apresiasi rupiah. Pasar merespons positif pernyataan Bank Indonesia (BI) mengenai komitmen menjaga stabilitas nilai tukar.
“BI membeberkan tiga instrumen yang digunakan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Yaitu instrumen spot, instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan Non-Deliverable Forward (NDF),”
Menurut Ibrahim, BI juga mendorong pelaku pasar untuk melakukan hedging agar kebutuhan dolar yang belum mendesak dapat dipenuhi tanpa menekan rupiah. Langkah ini membantu meredam tekanan akibat lonjakan permintaan dolar dalam periode tertentu.
Faktor eksternal: harapan meredanya ketegangan AS-Iran
Dari luar negeri, harapan adanya perundingan kembali antara AS dan Iran menambah sentimen positif. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, disebut telah menerima tanggapan AS melalui Qatar sebagai mediator.
Awalnya Iran menawarkan pembukaan Selat Hormuz selama tujuh hari jika AS memenuhi persyaratan perdamaian yang diajukan. Meski sempat ditolak, AS akhirnya memberi tanggapan yang akan dibahas Araqchi di Teheran.
“Tujuannya membawa kedua belah pihak kembali pada versi yang lebih stabil, termasuk langkah-langkah konkret terkait program nuklir Iran,”
Dokumen yang tengah dibahas memuat rencana pembangunan kepercayaan selama tujuh hari. Sumber menyebut perbedaan pendapat terletak pada urutan pelaksanaan langkah, bukan pada komponen yang ditawarkan Iran.
Prospek dan implikasi
Dengan kombinasi kebijakan BI dan potensi meredanya ketegangan internasional, rupiah berpeluang mempertahankan penguatan dalam jangka pendek. Namun pasar masih memantau realisasi kebijakan hedging oleh pelaku pasar dan perkembangan negosiasi AS-Iran yang dapat berbalik arah.
Investor dan pelaku pasar disarankan mengikuti perkembangan kebijakan moneter BI serta berita diplomatik yang berdampak pada arus dolar untuk mengantisipasi volatilitas nilai tukar.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Menguat, Tinggalkan Level Rp18.000
Rupiah menguat 0,35% ke Rp17.918 per USD setelah sempat menyentuh Rp18.000; penguatan didukung turunnya harg...
Harga Emas Galeri24 dan UBS Naik, Update 30 September 2026
Harga emas Galeri24 naik Rp21.000/gram dan UBS naik Rp22.000/gram per 30 September 2026; cek daftar harga le...
Harga Emas Antam Naik Rp15.000 per Gram, 30 Sep 2026
Emas Antam naik Rp15.000/gram pada 30 Sep 2026; harga 1 g Rp2.595.000 dan buyback Rp2.405.000. Daftar lengka...
IHSG Diperkirakan Konsolidasi, Analis Waspadai Fluktuasi Tinggi
IHSG diperkirakan berkonsolidasi di kisaran 6.050-6.200 pada 30 Sept 2026, didorong aksi jual asing dan teka...
UPT Kementan dan BPDP Gelar Pelatihan Pupuk Organik di Kalteng
UPT Kementan dan BPDP menggelar pelatihan pupuk organik di Palangka Raya (29 Sep-2 Okt 2026) untuk 56 petani...
Pelemahan Rupiah Tipis ke Rp17.981, Tekanan Dolar dan RAPBN 2027
Rupiah ditutup melemah tipis ke Rp17.981 pada 29 September 2026, terdorong penguatan dolar AS dan pengesahan...