Rupiah Berpeluang Menguat terhadap Dolar AS Hari Ini
Rupiah dibuka menguat pada Rabu, 5 Agustus 2026, seiring dolar AS yang tertekan setelah rilis data tenaga kerja AS. Mengacu pada data Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,48 persen atau 86 poin ke posisi Rp17.941 per dolar AS dari penutupan sebelumnya Rp18.027.
Pergerakan awal dan prediksi
Analis memperkirakan rupiah berpeluang melanjutkan penguatan pada sesi hari ini. Namun, sentimen pasar menunggu rilis data ekonomi domestik yang dapat membatasi penguatan tersebut.
'Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan hari ini' — Lukman Leong, Analis Pasar Uang Doo Financial Futures
Sentimen global: data JOLTS dan perkembangan geopolitik
Dolar AS melemah setelah rilis data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) AS untuk Juli 2026. Pembukaan lapangan kerja tercatat 7,35 juta, sedikit di bawah perkiraan pasar sebesar 7,4 juta.
Selain itu, optimisme terkait kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz setelah klaim hampir tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran turut menekan dolar. Kondisi ini membuka ruang bagi mata uang EM, termasuk rupiah, untuk menguat.
Faktor domestik: PDB, imbal hasil SBN, dan arus investor
Meski ada tekanan eksternal yang menekan dolar, faktor domestik menjadi penahan bagi rupiah. Pasar menantikan rilis data Pertumbuhan Ekonomi (PDB) kuartal II yang akan keluar siang ini.
Lukman memprakirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.900-Rp18.050 per dolar AS menjelang keluarnya data tersebut.
Di pasar surat berharga, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tercatat naik. Imbal hasil tenor 10 tahun mencapai 7,34%, sedangkan tenor 2 tahun bertahan di 7,04%. Kenaikan ini membuat spread dengan obligasi AS (UST) menyempit menjadi 263,7 bps, menjaga daya tarik premi imbal hasil Indonesia.
Sejumlah analis menilai premi imbal hasil masih menjadi daya tarik bagi investor asing meski ketidakpastian global tetap tinggi.
'Premi imbal hasil Indonesia tetap menarik dan mendukung minat investor asing di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi' — Jessica Tasijawa, Analis Pasar Uang Mirae Asset Sekuritas
Indeks dolar dan prospek perdagangan
Indeks dolar AS bergerak melemah di rentang 99,85-99,88 pada pembukaan pasar. Pergerakan indeks ini menjadi salah satu indikator utama yang mempengaruhi kurs rupiah jangka pendek.
Peluang penguatan rupiah hari ini tetap ada, namun akan sangat dipengaruhi oleh hasil rilis PDB kuartal II dan respons pasar terhadap data tersebut.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Pemerintah Gelontorkan Insentif untuk 500 Ribu Mobil Listrik
Pemerintah akan memberi insentif PPnBM untuk 500 ribu kendaraan listrik; pengumuman resmi oleh Presiden dija...
Menkeu: Penjualan Mobil Naik, Daya Beli Masyarakat Tetap Terjaga
Menkeu Purbaya: penjualan mobil Juli 2026 naik 32,9% dan motor 1,1%, menandakan daya beli masyarakat tetap t...
Rupiah Melemah ke Rp18.027, Konflik AS-Iran Tekan Pasar
Rupiah melemah ke Rp18.027 per dolar AS pada 4 Agustus 2026 akibat memanasnya konflik AS-Iran dan sentimen r...
OJK: Penarikan SAL Tak Ganggu Likuiditas Perbankan
OJK memastikan penarikan SAL tidak mengganggu likuiditas perbankan karena indikator masih di atas ambang ama...
OJK: Penghimpunan Dana Pasar Modal Capai Rp113,13 T per Juli 2026
OJK mencatat penghimpunan dana pasar modal mencapai Rp113,13 triliun hingga Juli 2026, didominasi penerbitan...
Percepat Izin Edar, BBPOM Jakarta Evaluasi Fasilitasi UMK Pangan
BBPOM Jakarta dan Dinas PPKUKM DKI evaluasi fasilitasi izin edar BPOM MD untuk mempercepat registrasi UMK pa...